Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 01:03 WIB
Perubahan agar Tak Membosankan? Tunggu sampai GP China!
Aloysius Gonsaga AE | lou | Selasa, 16 Maret 2010 | 12:52 WIB
|
Share:

JAKARTA, Kompas.com — Banyak kalangan yang menilai, seri perdana balapan Formula 1 musim 2010 di Sakhir, Bahrain, Minggu (14/3/2010), sangat membosankan. Aturan hanya sekali masuk pitstop dan tidak ada pengisian ulang bahan bakar ditengarai sebagai pemicunya sehingga tidak ada aksi-aksi "gila" para pebalap yang ingin tampil aman.

Tak heran jika kritikan terus bermunculan. Desakan untuk mengubah aturan tersebut semakin kuat sehingga F1 bisa lebih menarik lagi seperti yang terjadi pada musim-musim sebelumnya di mana aksi overtaking kerap terjadi.

Meski demikian, Bernie Ecclestone bergeming. Chief Executive F1 tersebut mengatakan, mereka tidak ingin cepat-cepat mengambil keputusan untuk membuat perubahan karena masih menunggu paling sedikit tiga balapan lagi.

"Saya kira, balapan itu tidak terlalu mengejutkan banyak orang. Tetapi saya pikir, kita jangan terlalu cepat menghakiminya. Terlalu cepat untuk mengatakan demikian (membosankan). Kami harus menunggu sampai kembali ke GP China (seri keempat pada 18 April)," ungkapnya kepada PA Sport.

Pria berusia 79 tahun ini mengonfirmasi, pitstop kedua mungkin menjadi satu opsi di samping dia juga menyodorkan proposal untuk mewujudkan ide anehnya untuk membuat "jalan pintas" sirkuit, yang bisa digunakan pebalap untuk mencatat waktu terbaik per seri.

"Saya terus mendesak, tetapi kadang-kadang orang tidak memahami hal ini dengan baik, mereka tidak melihat manfaatnya. Ini akan bagus untuk TV dan kalian akan mendapatkan banyak kejutan," ujar Ecclestone.

Terlalu cepat untuk mengatakan demikian (membosankan). Kami harus menunggu sampai kembali ke China (seri keempat pada 18 April)
-- Bernie Ecclestone
Sumber :
planetf1

Redknapp Tak Akan Abaikan "The Three Lions"

Harry Redknapp mengaku akan mempertimbangkan tawaran melatih tim nasional Inggris, jika FA menawarkan posisi itu kepadanya.

SEE MORE