INDIAN WELLS, Kompas.com - Petenis nomor tiga dunia Rafael Nadal takkan mengubah gaya bermainnya. Mantan pemain nomor satu dunia asal Spanyol itu menegaskan, dia akan konsisten dengan tipe permainan yang mengandalkan reli, dan tidak ingin mengubahnya dengan gaya serve and volley.
Pernyataan Nadal ini berhubungan dengan kenyataan bahwa gaya bermainnya membuat dia rentan terhadap cedera. Imbasnya, pemain kidal yang mendapat julukan "King of Clay" tersebut lebih banyak istirahat sejak Mei tahun lalu, dan dia sangat sedikit tampil di turnamen-turnamen bergengsi.
"Permainanku adalah mengandalkan reli. Saya tidak ingin bermain serve and volley atau servis dan melakukan satu tembakan, atau ace. Semua orang harus mengetahui itu," ungkap pemain asal Mallorca itu.
"Permainanku lebih mengandalkan intensitas, bermain dengan penuh irama, dan berusaha bemain dengan waktu yang panjang tanpa membuat kesalahan.
"Ketika saya siap untuk bermain dengan poin yang panjang tanpa membuat kesalahan, maka saya akan memiliki kesempatan untuk bermain dengan poin pendek karena saya bisa merasa percaya diri dengan forehandku dan meraih winners dengan itu.
"Permainanku adalah permainanku, sehingga saya tidak akan mengubah gayaku."
Nadal sedang ambil bagian dalam turnamen ATP Indian Wells. Dia masih bertahan setelah mengalahkan Mario Ancic 6-2, 6-2 dalam waktu 65 menit, pada babak ketiga turnamen tersebut, Senin (15/3/10) waktu setempat.
Ini merupakan turnamen perdana Nadal sejak dia tersingkir dari perempat final Grand Slam Australia Terbuka akhir Januari lalu. Nadal terpaksa mundur saat melawan Andy Murray, karena cedera lutut kanan.
Sejak itu, petenis kidal tersebut absen di beberapa pertandingan, termasuk kejuaraan bulan lalu di Rotterdam dan juga tidak bisa memperkuat Spanyol di ajang Piala Davis Grup Dunia melawan Swiss.
Tahun lalu, dia juga sering dibekap cedera sehingga tidak bisa mempertahankan gelarnya di Wimbledon karena mengalami gangguan tendinitis di kedua lututnya. Ketika kembali ke lapangan tenis setelah absen sembilan pekan, Nadal kembali bermasalah dengan cedera abdominal meskipun dia memaksakan diri bermain di Grand Slam AS Terbuka, di mana dia berhasil menembus semifinal.

Capello: Saya Mundur Karena Kesalahpahaman
Fabio Capello membantah bahwa keputusannya mundur dari jabatan manajer timnas Inggris sebagai bentuk melarikan diri dari tekanan.

