Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 04:56 WIB
ATP Indian Wells
Djokovic Bekerja Keras, Nadal Lolos Mudah
| lou | Selasa, 16 Maret 2010 | 09:58 WIB
|
Share:

AFP/LIONEL BONAVENTURE
Novak Djokovic

TERKAIT:

INDIAN WELLS, Kompas.com — Unggulan kedua, Novak Djokovic, mengamankan tiga match point sebelum menggulung pemain Jerman, Philipp Kohlschreiber, 6-3, 2-6, 7-6 pada putaran ketiga turnamen tenis ATP Indian Wells, Senin (15/3/2010) waktu setempat.

Djokovic, yang sempat kecolongan 4-5 dan 0-4, mengambil keuntungan dari beberapa kesalahan lawannya. Alhasil, petenis Serbia ini bangkit kembali dari tepi kekalahan pada pertandingan yang berlangsung di Indian Wells Tennis Garden itu. 

Petenis nomor dua dunia itu, juara di tempat sama pada 2008, menang dalam pertandingan itu ketika Kohlschreiber melancarkan pukulan forehand dan bola menyangkut di net sehingga terjadi tiebreak 7-3. Ini membuat Kohlschreiber begitu kecewa.

"Berjuang terus, itulah kunci kemenangan. Saya hanya melihatnya dari sisi positif. Permainan saya berjalan dengan bagus," kata petenis yang berusia 22 tahun itu.  

"Saya berusaha terus menemukan irama permainan saya. Untuk pertandingan mendatang, saya ingin mempertahankan permainan saya dan berusaha fokus agar mental saya tidak melorot di tengah permainan," katanya.  

Selanjutnya, Djokovic akan berhadapan dengan unggulan ke-20 dari Kroasia, Ivan Ljubicic, atau pemain kualifikasi dari Argentina, Brian Dabul.

Setelah Djokovic berjuang keras selama dua setengah jam di lapangan tengah, petenis dua kali juara, Rafael Nadal dari Spanyol, dengan mudah melaju setelah menang 6-2, 6-2 atas petenis dari Kroasia, Mario Ancic.

Nadal, yang mengalahkan petenis Inggris Andy Murray pada laga final tahun lalu, mematikan servis Ancic dua kali dalam tiap set dan selanjutnya maju ke putaran keempat melawan John Isner atau Sam Querrey dari Amerika Serikat. 

Sumber :
ANT, REUTERS

Capello: Saya Mundur Karena Kesalahpahaman

Fabio Capello membantah bahwa keputusannya mundur dari jabatan manajer timnas Inggris sebagai bentuk melarikan diri dari tekanan.

SEE MORE