SAKHIR, Kompas.com - Fernando Alonso melakukan debut yang gemilang bersama Ferrari. Pada seri perdana Formula 1 (F1) 2010, Minggu (14/3/10) di Sirkuit Sakhir, Bahrain, pebalap Spanyol tersebut finis pertama, di depan rekan satu timnya, Felipe Massa.
Tak heran jika mantan juara dunia 2005 dan 2006 tersebut sangat bahagia. Mantan pebalap Renault dan McLaren itu menyebutnya sebagai hari yang sangat spesial, karena dalam penampilan perdananya bersama Scuderia, dia langsung mencetak kemenangan, sekaligus mengakhiri penantiannya sejak memenangi GP Jepang tahun 2008.
"Hari yang sangat spesial bagi saya," ungkap Alonso. "Kembali berada di podium nomor satu tentu sangat spesial, tetapi lebih spesial lagi dengan tim Ferrari. Kami memiliki sejarah dan semua keinginan pebalap adalah membalap bersama Ferrari," tambah Alonso, yang mendedikasikan kemenangan ini untuk Ferrari.
"Tidak ada cara yang lebih bagus untuk mengawali sebuah hubungan. Ini adalah tim terbaik di dunia, kami bekerja keras selama musim dingin, dan semua orang melakukan pekerjaan yang bagus selama tes musim dingin.
"Kami belum melakukan apapun sejauh ini--kami hanya memenangkan balapan pertama, tetapi posisi pertama dan kedua merupakan hasil yang sangat dinantikan orang-orang di Maranello karena mereka sudah bekerja sepanjang hari untuk memberikan mobil yang fantastis.
"Kemenangan pertama ini dipersembahkan kepada semua orang di Italia, para mekanik di sini dan presiden di Montezemolo. Hasil ini sangat, sangat positif."
Meskipun demikian, Alonso tak mau lupa diri. Dia sadar, perjalanan musim 2010 masih sangat panjang karena GP Bahrain hanya merupakan pembuka dari 18 seri musim ini. Karenanya, Alonso menolak jika dia menjadi favorit juara hanya karena kemenangan ini.
"Saya pikir ini tidak penting, saya selalu mengatakan hal yang sama, tiga seri pertama atau empat dari kompetisi ini tidak menjadi hal yang krusial. Kami hanya perlu memperoleh banyak poin untuk tim."


Lindaweni Fanetri kalah dalam partai penentu, sehingga tim Piala Uber Indonesia pun tersingkir di perempat final, menyusul tim Piala Thomas.
