BIRMINGHAM, KOMPAS.com — Taufik Hidayat sempat melakukan protes keras ketika sebuah pukulan lawan yang jatuh di luar garis dinyatakan masuk oleh wasit.
Taufik melakukan protes, baik kepada penjaga garis maupun kepada wasit. Namun, protesnya ditolak. Akibatnya, ia kehilangan konsentrasi. Lawannya, Hu Yun, mampu mengejar hingga skor menjadi 11-15. Pemain dari Hongkong yang sempat tertinggal 8-14 pada game ketiga.
Bagi Taufik yang diunggulkan di tempat keempat, gelar juara All England sangatlah berarti. Ia pernah menjadi juara olimpiade (Athena 2004), juara dunia, dan juara Piala Thomas, tetapi tidak sekali pun mampu menggondol gelar juara All England seperti para pendahulunya, semisal Tan Joe Hok dan Rudy Hartono.
"Saya sangat senang, tetapi sangat terburu-buru untuk mengatakan gaya saya bermain," kata Taufik. "Saya membuat terlalu banyak kesalahan," ungkapnya. Pada game pertama, Taufik akhirnya menang 17-21, 21-11, 21-12.
"Saya tahu sangat sulit meraih gelar juara di sini, meski pernah menjadi finalis pada masa lalu," kata Taufik. "Namun, saya akan berusaha keras tahun ini. Saya sudah berlatih dengan keras," ungkapnya.


Lee Chong Wei butuh sebuah keajaiban supaya bisa tampil maksimal di Olimpiade London yang mulai bergulir akhir Juli 2012.
