Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 19:48 WIB
Rastafari : Kami Harus Menang
Angelina Merlyana Ladjar | cay | Rabu, 10 Maret 2010 | 00:48 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Juara Pool C, Pelita Jaya Esia siap ditantang runner-up Pool B, Bimasakti Nikko Steel pada laga perempat final Turnamen Piala Gubernur DKI, Rabu (10/3/2010).

Setelah unggul dalam laga perebutan juara pool melawan CLS Knight Surabaya 72-40, Selasa (9/3/20100, kini tim asuhan Rastafari Horongbala itu tengah membidik peluang ke empat besar.

"Sejauh ini tidak ada masalah, saat ini tim kami masih unggul di defense. Tim kami juga memiliki poin guard yang bisa di andalkan (Kelly Purwanto). Tapi kami tetap tidak boleh lengah, yang pasti di perempat final nanti kami harus mengang. Tidak ada pilihan lain, kalau tidak maka mau tidak mau akan tersingkir," ungkap Rastafari.

Pelatih yang pernah menjabat sebagai penasehat Garuda Flexi ini menambahkan saat ini timnya juga memiliki keunggulan dengan ada point-guard lain di samping Kelly P. Point guard alternatif tersebut menurutnya terkadang sangat berguna di beberapa pertandingan tertentu. Seperti misalnya, point guard kedua, Julius Faisal akan sangat berguna saat Pelita berhadapan dengan Garuda. Yulius yang bertugas menempel ketat Mario Wuysang ini dinilai memiliki postur tubuh yang lebih dominan.

Dibanding tim Bimasakti Nikko Steel, Pelita memang dalam kondisi yang lebih baik. Meski dua dari skuadnya, yakni Yudhi Mardiyandsyah dan Erick Christoper mengalami cedera, Pelita tetap optimis memenangkan pertandingan. "Kita akan main seperti biasa. Tidak ada persiapan atau strategi khusus. Kita juga sebelumnya sudah melihat pemainan Bimasakti melalui video dan di pertemuan terakhir kami juga menang. Untuk posisi pemain, mungkin tidak akan jauh berbeda dari pertandingan sebelumnya," ujar Rastafari.

Beberapa nama pemain Pelita yang disebutkan Rastafari akan mengisi skuad inti Pelita di perempat final antara lain : Romy Chandra, Kelly P dan Andy Batam sedangkan selebihnya akan di-rolling.

Sementara kubu Bimasakti yang diwakili pelatih Eddy Santoso juga tetap optimistis jelang laga perempat final. Perjuangan Bimasakti ke perempat final memang tidak mudah. Setelah kemenangannya atas Pimnad Aceh 66-54, Selasa (9/3/2010), Bimasakti harus kehilangan dua  guard mereka. Made Indra Novrihadi yang menderita mata ikan di kaki kanan dan Yanuar Dwi yang mengalami cedera engkel saat uji coba melawan CLS Knight.

"Total pemain kami 12 orang, dua di antaranya absen bertanding. Sementara yang kemungkinan bisa di-rolling hanya sekitar 5-6 orang. Meski kemampuan fisik kami cenderung menurun di akhir kuarter, pada pertandingan besok kami akan berusaha mengimbangi Pelita," papar Eddy.

Akan tetapi, Tim asal Kota Malang yang didominasi pemain muda ini mengaku tetap percaya diri dan akan bermain optimal. "Siapa pun lawannnya kami akan berusaha melakukan yang terbaik. Kami akan berusaha memaksimalkan materi pemain yang ada. Namun , yang perlu ditekankan untuk pertandingan besok adalah defense yang baik," tandas Eddy.