Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 10:35 WIB
Hamilton Temukan "Doping" dalam Diri Scherzinger
Aloysius Gonsaga AE | lou | Senin, 8 Maret 2010 | 22:36 WIB
|
Share:
DAILY MAIL
Lewis Hamilton yang baru tiba di bandar udara Los Angeles mendapat sambutan hangat dari Nicole Scherzinger, berupa pelukan.
Foto:

TERKAIT:

KOMPAS.com - Akhir pekan ini, Lewis Hamilton akan memasuki arena adu kecepatan jet darat karena kompetisi Formula 1 (F1) 2010 mulai bergulir. Seri pertama akan berlangsung di Sakhir, Bahrain, pada 14 Maret.

Sebelum bertarung dengan para jagoan seperti sang raja F1 Michael Schumacher, yang akan melakukan debutnya setelah pensiun akhir musim 2006, Hamilton mencari suasana baru. Pebalap McLaren ini terbang ke Los Angeles untuk liburan sejenak, sebelum melakukan penerbangan sejauh sekitar 9.000 mil pada Selasa (9/3/10) ke Bahrain.

Apa yang membuat pebalap Inggris tersebut begitu ngebet untuk pergi ke Los Angeles?

Ternyata, Hamilton ke sana untuk mengisi kembali semangat dan motivasi dirinya dengan menemui Nicole Scherzinger. Belahan hatinya yang sempat terpisah selama sekitar satu bulan akibat putusnya jalinan cinta mereka, rupanya menjadi "doping".

Bagaimana tidak, saat bertemu dengan penyanyi Amerika Serikat tersebut, Hamilton kelihatan sangat bergembira. Senyuman yang terlukis di bibirnya menunjukkan bahwa juara dunia F1 2008 tersebut sedang berada dalam sebuah kegembiraan yang luar biasa.

Hamilton dan Scherzinger sebenarnya bukan pasangan baru, karena mereka sudah pacaran sejak akhir 2007. Sayang, pada Januari 2010 mereka mengakhiri komitmen yang sudah dibangun selama hampir tiga tahun karena ingin konsentrasi pada pekerjaannya masing-masing.

Namun pada akhir Februari, pebalap McLaren dan anggota grup vokal Pussycat Doll ini kepergok tampil mesra di Hollywood, sehingga muncul kabar mereka sudah menyambung kembali tali cintanya. Dan, kunjungan Hamilton ke Los Angeles kali ini, seminggu menjelang bergulirnya F1 2010, tampaknya menjadi bukti terbaru bahwa sejoli tersebut sedang mabuk asmara.

Ketika tiba di bandar udara, Hamilton mendapat sambutan hangat. Pelukan mesra dilanjutkan dengan gandengan tangan dari wanita berusia 31 tahun tersebut membuat Hamilton yang lebih muda enam tahun tersenyum sumringah. Ketegangan dan kelelahan setelah menjalani empat kali tes pra-musim sepanjang bulan lalu sirna seketika, berganti dengan optimisme dan keceriaan menjelang seri perdana akhir pekan ini.

Bahkan, persoalan intern yang menimpanya pun bisa dilupakan. Hamilton mengaku dirinya tak terpengaruh dengan keputusan memecat sang ayah sebagai manajernya pada pekan lalu.

"Tak peduli apa yang terjadi pekan depan, atau beberapa seri nanti, karena saya berada di tempat yang lebih menyenangkan, hanya berada dalam hidupku," ungkap Hamilton seperti dilansir Daily Mail.

"Saya merasa fit, bahagia dengan jalan yang kutempuh, bahagia karena hubungan pribadi."

Sumber :