KOMPAS.com - Rangkaian balap balap mobil F1 2010 mulai bergulir Minggu depan (14 Maret 2010). Dua juara dunia Lewis Hamilton (2008) dan Jenson Button (2009) yang sama-sama berada dalam tim McLaren-Mercedes merasa paling siap menghadapi seri pembuka GP Bahrain. Bahkan pebalap Inggris, Button sudah tak sabar ingin membalap.
Memang, sesi winter test yang berlangsung satu bulan di bulan kedua lalu di sirkuit Valencia, Jerez dan Barcelona itu, cukup menyibukkan tim F1. Teknisi dan pebalap kerja keras untuk mendapatkan mobil bisa melesat cepat dengan waktu yang tersedia.
Begitu juga dengan McLaren. Meski mereka mengaku cukup puas dengan apa yang telah dicapai selama sesi tes dan tahu dalam kondisi baik, tapi tidak mau lengah. Menurut sumber dari kubu McLaren, pihaknya tidak pernah under-estimate terhadap para pesaingnya.
Bagaimana kondisi kedua pebalap McLaren setelah mereka mengikuti uji coba mobil?
"Saya berharap bisa melihat mobil Jumat (12/3) pagi di Bahrain. Saya datang sebagai juara dunia, dan di Bahrain itu menjadi tanggung jawab bisa mempertahankan reputasi dan tak ingin kehilangan poin di Bahrain," jelas Button.
Mantan pebalap Brawn GP itu mengaku selama winter testing 4 minggu dirinya telah berupaya kerja sama dengan tim, teknisi dan mempelajari karakter mobil. "Dengan banyaknya waktu bersama tim, saya merasa nyaman dalam mempersiapkan diri," aku Button.
Sementara rekan setimnya Lewis Hamilton punya program sedikit berbeda dengan Button. Jelang Natal, dirinya memfokuskan diri pada fitness dan latihan, "Dan sejak Januari saya sudah konsentrasi penuh bekerja dengan tim, menguji mobil dan mengembangkan paket yang berkaitan dengan balapan di Bahrain," ungkap Hamilton.
Tak kalah siap Martin Whitmarsh. Team Principal McLaren-Mercedes itu mengaku dengan 4 kali uji coba, MP4-25 yang sudah banyak mengalami penyempurnaan, siap berlaga. "Dengan banyaknya masukan dari Button dan Hamilton, saya rasa tak ada maslah dengan mobil. Asal, tidak membuat kesalahan. Apalagi kami berlaga di rumah salah satu pemegang saham tim, jadi harus bisa menyumbangkan prestasi terbaik," komentar Whitmarsh.


Maria Febe Kusumastuti dan Lindaweni Fenetri seperti kompak cedera sehingga tidak melanjutkan pertandingan penyisihan Grup A Piala Uber.