JAKARTA, KOMPAS.com — Dua kali tertinggal di seri final ASEAN Basketball League (ABL) ternyata tak membuat wakil Indonesia, Satria Muda (SM) BritAma, tenggelam dalam kekecewaan. Meski tak kuasa mencuri poin dari Philippine Patriots dalam game pertama dan kedua dalam dua pekan berturut-turut, SM BritAma tetap optimistis targetkan gelar juara ABL.
Hal tersebut diungkapkan pelatih SM BritAma, Fictor Gideon Roring, Sabtu (20/2/2010). Fictor mengungkapkan, saat ini skuad asuhannya berada dalam kondisi maksimal dan percaya diri. Seluruh tim akan berupaya maksimal mencapai hasil yang terbaik.
"Target kami bukan hanya menang, tapi juga juara ABL. Bagaimanapun kans itu tetap ada," tandas Fictor.
Mengenai persiapan dan strategi menghadapi Patriots kali ini, pelatih yang kerap disapa coach Ito ini mengaku akan memberi penekanan pada transisi defense dan rebound.
"Tidak ada strategi khusus, hanya saja akan dilakukan transisi defense dan rebound serta sharing bola agar eksekusi tidak terlalu terburu-buru," ujarnya.
Menghadapi Patriots, mantan pebasket nasional ini juga akan memberi penjagaan ekstra bagi trio asing (Gabriel Freeman, Robert Wainwright, dan Jason Lamar Dixon) yang dinilai cukup merepotkan. Di sisi lain, dua pertandingan kandang yang tersisa diharapkan skuad SM BritAma akan mampu mendulang angka kemenangan.
Aura bermain sebagai tuan rumah serta dukungan suporter semoga menjadi motivasi tersendiri bagi Alexander Hartman dan kawan-kawan untuk tampil maksimal di laga penentu besok.


Maria Febe Kusumastuti dan Lindaweni Fenetri seperti kompak cedera sehingga tidak melanjutkan pertandingan penyisihan Grup A Piala Uber.
