Suasana Ynares Sport Arena tidak seriuh Sport Mall Kelapa Gading atau Singapore Indoor Stadium. Namun, penonton sangat bersemangat mendukung tim tuan rumah. Ada sekelompok kecil warga Indonesia di Manila yang menonton laga ini. ”Defense... defense... Indonesia... Indonesia..,” teriak sejumlah penonton.
Forward
Forward
Nakiea Miller juga harus berjibaku dengan Dixon, meski cukup lumayan membuat 22 poin dan 10 rebound. Mario melesakkan 11 poin dan Ronny Gunawan 10 poin.
Pelatih Patriots Louis Alas mengatakan, timnya memang memiliki pertahanan yang sangat baik. ”Kami bermain cukup konsisten,” katanya.
Basket, ujarnya, adalah olahraga nomor satu di Filipina. Oleh karena itu, Filipina memiliki banyak pemain bagus. Namun, lanjut dia, Indonesia adalah lawan terberat Filipina.
”Kami tidak bisa meremehkan. Indonesia sangat berbahaya,” kata Louis Alas, yang bertekad akan kembali merebut laga kedua pada 17 Februari nanti di Manila.
Pelatih SM BritAma Fictor Roring mengakui ketangguhan Patriots. ”Mereka sangat kuat, apalagi main di kandang. Namun, kalau melihat tadi, kita bisa mengimbangi,” tuturnya.
Pada kuarter pertama, baik SM BritAma maupun Philippine Patriots tampil dengan percaya diri, saling menyerang dan bertahan. Sejak awal penampilan Freeman sudah menyedot perhatian. Tiga kali lemparan tiga angka Freeman pun mendongkrak angka. Kuarter pertama direbut Patriots dengan skor 23-19.
Pada kuarter kedua SM lebih banyak menyerang, sayang tembakan kerap gagal bersarang. Sebaliknya para pemain Patriots memiliki tembakan yang sangat presisi sehingga jarang gagal masuk jaring.
Lagi-lagi Patriots disokong aksi Freeman yang luar biasa. Free-
Pada kuarter ketiga tim SM bangkit memberi perlawanan. Tertinggal tujuh angka atas Patriots mampu disusul dan bahkan mampu melampaui hingga mendapat 54 poin, sedangkan Patriots 50. Namun, Patriots kemudian mencuri bola, sedangkan serangan SM memburuk. Kuarter ketiga berakhir dengan 60-58 untuk Patriots.
Kuarter keempat berlangsung sangat emosional. Patriots memperkuat pertahanan sehingga serangan SM kerap kandas dan bola berbalik ke tangan Patriots. SM makin terpuruk hingga laga berakhir.
Ito mengatakan bahwa untuk bisa menang atas Patriots, SM harus bermain konsisten selama 40 menit. ”Waktu leading, seharusnya kita jangan buru-buru offense. Akhirnya malah banyak turnover dan mereka membuat banyak offensive rebound,” tutur Ito.


Maria Febe Kusumastuti dan Lindaweni Fenetri seperti kompak cedera sehingga tidak melanjutkan pertandingan penyisihan Grup A Piala Uber.
