Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 09:55 WIB
Final Pertama Milik Patriots
| Sabtu, 13 Februari 2010 | 03:46 WIB
|
Share:

Manila, Kompas - Philippine Patriots kembali membuktikan diri sebagai tim terkuat di Asia Tenggara. Patriots unggul 78-68 saat menghadapi Satria Muda BritAma di laga pertama babak final ASEAN Basketball League dengan format best of five, yang digelar di Ynares Sport Arena, Manila, Filipina, Jumat (12/2) pukul 18.00 waktu setempat.

Suasana Ynares Sport Arena tidak seriuh Sport Mall Kelapa Gading atau Singapore Indoor Stadium. Namun, penonton sangat bersemangat mendukung tim tuan rumah. Ada sekelompok kecil warga Indonesia di Manila yang menonton laga ini. ”Defense... defense... Indonesia... Indonesia..,” teriak sejumlah penonton.

Forward Patriots, Gabe Freeman, bermain luar biasa dengan mencetak 39 poin dan 14 rebound untuk Patriots. Adapun center Jason Dixon menambah 13 poin dan 17 rebound.

Forward SM BritAma, Alexander Hartman, dibuat tidak berkutik berhadapan dengan Free- man dan hanya mampu mencetak 12 poin dan 9 rebound. Bandingkan dengan 30 poin yang mampu direbut Hartman saat melawan Singapore Slingers pada laga play off di Singapura pekan lalu.

Nakiea Miller juga harus berjibaku dengan Dixon, meski cukup lumayan membuat 22 poin dan 10 rebound. Mario melesakkan 11 poin dan Ronny Gunawan 10 poin.

Pelatih Patriots Louis Alas mengatakan, timnya memang memiliki pertahanan yang sangat baik. ”Kami bermain cukup konsisten,” katanya.

Basket, ujarnya, adalah olahraga nomor satu di Filipina. Oleh karena itu, Filipina memiliki banyak pemain bagus. Namun, lanjut dia, Indonesia adalah lawan terberat Filipina.

”Kami tidak bisa meremehkan. Indonesia sangat berbahaya,” kata Louis Alas, yang bertekad akan kembali merebut laga kedua pada 17 Februari nanti di Manila.

Pelatih SM BritAma Fictor Roring mengakui ketangguhan Patriots. ”Mereka sangat kuat, apalagi main di kandang. Namun, kalau melihat tadi, kita bisa mengimbangi,” tuturnya.

Aksi Freeman

Pada kuarter pertama, baik SM BritAma maupun Philippine Patriots tampil dengan percaya diri, saling menyerang dan bertahan. Sejak awal penampilan Freeman sudah menyedot perhatian. Tiga kali lemparan tiga angka Freeman pun mendongkrak angka. Kuarter pertama direbut Patriots dengan skor 23-19.

Pada kuarter kedua SM lebih banyak menyerang, sayang tembakan kerap gagal bersarang. Sebaliknya para pemain Patriots memiliki tembakan yang sangat presisi sehingga jarang gagal masuk jaring.

Lagi-lagi Patriots disokong aksi Freeman yang luar biasa. Free- man tidak hanya jago di lemparan tiga angka, tetapi juga defensive rebound. Kuarter kedua kembali dimenangi Patriots dengan skor 48-41.

Pada kuarter ketiga tim SM bangkit memberi perlawanan. Tertinggal tujuh angka atas Patriots mampu disusul dan bahkan mampu melampaui hingga mendapat 54 poin, sedangkan Patriots 50. Namun, Patriots kemudian mencuri bola, sedangkan serangan SM memburuk. Kuarter ketiga berakhir dengan 60-58 untuk Patriots.

Kuarter keempat berlangsung sangat emosional. Patriots memperkuat pertahanan sehingga serangan SM kerap kandas dan bola berbalik ke tangan Patriots. SM makin terpuruk hingga laga berakhir.

Ito mengatakan bahwa untuk bisa menang atas Patriots, SM harus bermain konsisten selama 40 menit. ”Waktu leading, seharusnya kita jangan buru-buru offense. Akhirnya malah banyak turnover dan mereka membuat banyak offensive rebound,” tutur Ito. (IVV)