Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 43
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 43
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 43
Severity: Warning
Message: Division by zero
Filename: libraries/Globalfunc.php
Line Number: 43

JAKARTA, Kompas.com - CEO Top Rank Bob Arum, memiliki rencana untuk mementaskan mega duel di atas ring tinju antara juara kelas menengah WBO Manny Pacquiao versus juara WBA Shane Mosley. Ini terjadi hanya jika dua petinju tersebut berhasil melewati adangan para musuhnya dalam pertarungan perebutan gelar, di mana Pacquiao ditantang Joshua Clottey pada 13 Maret, dan Mosley melawan Floyd Mayweather Jr pada 1 Mei.
Kepada BoxingScene.com, Arum mengatakan bahwa dia berharap rencana itu bisa terwujud untuk mengadakan pertarungan unifikasi. Apalagi, Mosley sendiri sudah menegaskan bahwa apabila dia mengalahkan Mayweather, maka Pacman--julukan Pacquiao--adalah lawan berikutnya, dengan atau tanpa sebuah klausul kontrak tes urine.
Ya, Mosley mengatakan bahwa dia tak peduli dengan adanya tes tersebut. Yang terpenting baginya, Pacman menjadi lawan di atas ring jika dirinya mampu mengalahkan Mayweather Jr--yang batal bertarung dengan Pacman karena petinju Filipina ini menolak tes urine menjelang pertarungan yang direncanakan bulan Maret 2010 ini.
Arum tak terkejut dengan pernyataan Mosley. Ketika Mosley bertarung dengan dua petinju Top Rank, Miguel Cotto dan Antonio Margarito, Arum tidak pernah mengungkit masa lalu Mosley, meskipun sebenarnya petinju ini adalah seorang "pemakai".
"Saya menyukai Shane Mosley. Saya berharap dia meraih yang terbaik. Dia termasuk salah satu orang yang hebat. Meskipun masalah itu sudah lewat karena dia termasuk pemakai, ketika bertarung dengan dua petinjuku--Cotto dan Margarito--saya tidak pernah mengatakan apapu. Pernyataan Mosley, ketika mengatakan dia tidak memakai, sudah cukup bagi saya. Mosley selalu menjadi laki-laki pemberani dan saya menghormatinya," ungkap Arum.
Situasi ini tentu saja berbeda dengan Mayweather. Negosiasi pertarungannya dengan Pacman terpaksa batal, karena petinju ini menginginkan prosedur pemeriksaan doping dengan gaya Olimpiade, yang ditolak lawan. Jadi, jika Mayweather menang maka pertarungan unifikasi hampir tak mungkin terwujud.