JAKARTA, KOMPAS -
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI ) Sofian Ruzian didampingi Ketua Bidang Pembinaan Prestasi ISSI Wahyudi Hidayat mengatakan hal itu, Jumat (5/2).
Untuk nomor time trial tersebut, ISSI mengandalkan Ryan Arihan, pebalap yang berhasil mengukir prestasi di SEA Games Laos 2009 dengan meraih medali emas. Tonton Susanto juga dijagokan untuk nomor ini. Nomor lain yang akan diikuti adalah team sprint, yang kemungkinan akan diikuti Santia Tri Kusuma dan Uyun Muzizah.
”Kalaupun ada nomor lain, hanya pada kategori balap sepeda trek. BMX mungkin kita bisa ikut, tetapi kalau cross country rasanya sulit,” terang Wahyudi.
Nomor-nomor balap sepeda di Asian Games dibagi menjadi tiga kategori, putra dan putri. Untuk kategori trek, nomor yang diperlombakan untuk atlet putra meliputi individual pursuit, sprint, keirin, points race, team sprint, dan team pursuit. Sementara untuk putri meliputi 500 meter time trial, sprint, individual pursuit, dan points race.
Untuk kategori mountain bike, hanya ada satu nomor, yakni cross country, baik pebalap putra maupun putri. Adapun kategori sepeda BMX mempertandingkan road race dan time trial baik putra maupun putri.
Pebalap berpotensi seperti Toni Syarifudin dan Puguh Admandi juga diusulkan ikut berangkat ke Asian Games. Menurut Sofian, masih ada kemungkinan bongkar pasang nama, tergantung hasil uji coba. Sofian mengatakan, kerja sama dengan teman dalam satu tim sangat membantu untuk menang. ”Kalau cuma mengirim seorang, lalu disusul pebalap negara lain, susah untuk bisa mengejar. Berbeda kalau tim, saling kerja sama susul-menyusul. Kemungkinan menang sangat besar,” katanya.
Saingan berat untuk cabang ini adalah Iran, China, dan Korea. Untuk itu, para atlet akan mengikuti beberapa uji coba, seperti Kejuaraan Balap Sepeda Asia di Uni Emirat Arab, April ini. Lalu Kejuaraan Cross Country Asia di Korea, Juli ini, serta beberapa kejuaraan di Malaysia.
Cabang lain, yakni loncat indah, hanya mengandalkan satu nomor, synchro swimming. ”Untuk tim, satu negara hanya boleh satu tim. Kalau individual, masih bisa mengirim dua orang. Lawan berat masih China dan Korea Utara,” kata pelatih loncat indah PB PRSI, Harli Ramayani.


Maria Febe Kusumastuti dan Lindaweni Fenetri seperti kompak cedera sehingga tidak melanjutkan pertandingan penyisihan Grup A Piala Uber.
