JAKARTA, KOMPAS.com — Felipe Massa memasang target tinggi pada Formula 1 musik 2010. Pebalap Brasil yang kariernya sempat terancam tamat lantaran kecelakaan saat kualifikasi GP Hungaria 25 Juli 2009 itu berambisi untuk menjadi juara, sekaligus mengobati kekecewaan pada tahun 2008 ketika hanya menjadi runner-up lantaran hanya terpaut satu poin dari Lewis Hamilton, sang juara.
Massa mengaku sudah fit dan tak ada trauma akibat kecelakaan dahsyat tahun lalu tersebut. Selain itu, Ferrari juga sangat memberikannya dukungan sejak insiden di Budapest.
"Senang rasanya bisa kembali lagi pada tahun ini. Hal itu menjadi momen terbaik untuk mengawali musim baru," ungkap Massa kepada media di Madonna di Campiglio, Jumat (15/1/2010), saat ambil bagian di event Wroom, yang merupakan acara tahunan Ferrari.
"Setelah kecelakaan, saya tidak pernah berpikir untuk berhenti balapan. Saya selalu dikuatkan dan diyakinkan bahwa saya bisa segera kembali ke trek di Valencia," ungkapnya. "Kecelakaan itu tidak mengubah pandangan saya tentang pekerjaan ini, serta cara berpikir karena saya harus bisa mengatasi kesulitan-kesulitan dalam hidup ini, dan saya harus banyak belajar.
"Saya selalu mendapat semangat yang besar dari Ferrari, mulai dari ketika bergabung dengan tim ini. Tetapi, perhatian yang mereka perlihatkan setelah kecelakaan yang menimpa saya itu benar-benar luar biasa. Saya tahu, saya pasti tidak bisa terlalu mengharapkan mereka, tetapi apa yang mereka berikan sungguh istimewa."
Seusai kecelakaan yang nyaris merenggut nyawa itu, Massa juga mendapat sebuah "kado" manis ketika istrinya Anna Raffaela Bassi melahirkan seorang bayi laki-laki pada akhir November. Sejak itu, status Massa pun berubah menjadi bapak.
Tentang perubahan status itu, Massa mengaku tidak "terganggu". Dia mengaku tetap fokus untuk mewujudkan targetnya sebagai juara dunia pada tahun 2010.
"Memang, kedatangan anak laki-laki itu membuat hidup saya menjadi sangat spesial. Tetapi, hal itu tidak mengubah jalan saya sebagai seorang pebalap," ungkap Massa. "Ketika saya duduk di belakang kemudi, saya tidak berpikir tentang keluarga. Ini terjadi sesaat ketika saya kembali ke garasi karena waktu itu saya sadar bahwa sekarang saya adalah seorang ayah. Orang mengatakan bahwa kamu kehilangan satu detik per lap untuk setiap anak? Seorang juara seperti Schumacher sudah banyak meraih kemenangan dan dia telah memiliki dua anak...."


Maria Febe Kusumastuti dan Lindaweni Fenetri seperti kompak cedera sehingga tidak melanjutkan pertandingan penyisihan Grup A Piala Uber.
