NEW YORK, Kompas.com - Floyd Mayweather Jr mengecam petinju Filipina juara kelas welter WBO Manny Pacquaio. Petinju AS itu melakukannya setelah pembicaraan untuk membuka kembali peluang pertarungan mereka gagal.
"Saya semula tetap sabar mengikuti proses ini, tapi sekarang saya muak terhadap Pacquaio dan para perwakilannya yang mencoba menyalahkan saya karena pembatalan ini. Padahal pihak mereka yang jelas salah," kata Mayweather dalam sebuah pernyataan, Kamis (7/1/10) waktu setempat.
Pertarungan perebutan gelar kelas welter WBO yang semulai dijadwalkan 13 Maret itu, sempat disebut bakal menjadi pertarungah termahal dalam sejarah tinju. Sayang, rencana itu dinyatakan batal pada Rabu lalu, setelah usulan Mayweather untuk penggunakan tes doping standar Olimpiade ditolak pihak Paquiao.
Promotor Pacquiao hari Kamis mengumumkan bahwa pekan ini mereka kemungkinan akan menetapkan calon lawan yang baru.
"Kami perkirakan Manny akan bertarung pada Maret nanti," kata juru bicara untuk Top Rank. Kami sedang mencari lawan buat dia, dalam satu atau dua hari ini sudah ada finalisasinya."
Mayweather mengatakan bahwa ia sudah menawarkan suatu kompromi, namun Pacquiao tetap tidak mau menerima.
"Sebelum mediasi, tim saya mengusulkan 14 hari tidak ada tes darah menjadi pertarungan. Tapi itu pun ditolak.
"Saya masih tetap mengusulkan masa 14 hari, namun ia tetap tidak setuju, meskipun usulan itu sudah merupakan kompromi adil.
"Sebenarnya, ia hanya tidak ingin dites. Manny Pacquaio dan timnya tidak ingin orang-orang punya kesempatan melihat pertarungan terbesar dalam sejarah.
"Saya tahu, orang-orang akan melihat kebohonan mereka (pihak Pacquiao). Saya siap bertarung dan menandatangani kontrak. Manny perlu berhenti beralasan, naik ring dan bertarunglah," tegas Mayweather.

Capello: Saya Mundur Karena Kesalahpahaman
Fabio Capello membantah bahwa keputusannya mundur dari jabatan manajer timnas Inggris sebagai bentuk melarikan diri dari tekanan.

