LOS ANGELES, KOMPAS.com - Harapan digelarnya pertarungan termahal di dunia antara Manny Pacquaio dan Flyod Mayweather Jr, mendapat halangan lainnya setelah kubu petinju Filipina itu melayangkan gugatan hukum terhadap lawannya.
Pacquaio menggugat Mayweather, ayah petinju AS itu Fyold Sr, pamannya Roger dan Golden Boy Promotions karena menuduhnya menggunakan obat pemacu tenaga. Dalam gugatan melalui sebuah pengadilan federal di Las Vegas itu, pihak Mayweather dituntut membayar ganti rugi sebesar 75.000 dollar AS, serta dampak hukumnya
Oscar De La Hoya dan Richard Shaefer, yang menjalankan Golde Boy Promotions serta menjadi promotor bagi Mayweather, juga menjadi pihak tergugat. "Pacquiao tidak bisa menerima tuduhan yang salah dan terburu-buru itu," kata pengacara Pacquiao, Daniel Petrocelli.
"Jadi atau batalnya rencana pertarungan ini, ia tidak ingin membiarkan orang secara terbuka menuduhnya sebagai penipu," kata Petrocelli.
"Ia tidak punya pilihan lain kecuali melayangkan gugatan hukum ini untuk menjaga nama baik dan reputasinya yang diraih melalui kerja keras bertahun-tahun," katanya.
"Nilai 75 ribu dolar adalah minimal untuk diajukan ke pengadilan federal. Dampaknya bagi reputasi Pacquiao bisa mencapai puluhan juta dolar, belum termasuk dampak hukumnya," tambahnya. Pekan lalu Pacquiao mengatakan bahwa ia sudah kehilangan kesabarannya.
"Cukup sudah. Orang-orang ini, Mayweather Senior, Junior, dan Golden Boy Promotions mengira ini hanya lelucon dan merasa benar menuduh orang lain menggunakan obat terlarang," kata Pacquaio dalam situs pribadinya (www.mpboxing.com).
"Saya yakinkan kepada semua orang bahwa saya tidak menggunakan obat terlarang apa pun, dan prestasi yang saya raih adalah hasil kerja keras, kerja keras, dan hingga berdarah-darah di ring," kata Pacquaio.
Rencana pertarungan kelas welter WBO itu menjadi tidak menentu setelah usulan Mayweather, petenis tak terkalahkan AS, agar dilakukan tes doping dengan standar Olimpiade ditolak kubu Pacquiao.
Kubu Mayweather meminta tes darah dan urine secara random sebelum dan sesuai pertandingan yang direncanakan 13 Maret itu, seperti dimandatkan oleh Badan Antidoping AS.
Pacquiao sebelumnya sudah setuju pengambilan darah sebelum diadakan temu pers dan setelah diadakan pertandingan tapi ia tidak setuju bila pengambilan darah dilakukan dalam waktu 30 hari. Pacquiao mempertahankan gelar World Boxing Organisation November lalu dengan mengalahkan penyandang gelar Miguel Cotto dalam tarung 12 ronde di Las Vegas, setelah meraih gelar ketujuh dalam tujuh kelas berbeda.
Pertandingan antara Pacquiao (50-3-2) melawan petinju tak terkalahkan Mayweather (40-0) diharapkan akan menjadi salah satu pertandingan paling menguntungkan dalam sejarah pertandingan tinju.
Arum mengatakan ia tidak setuju dengan cara pengambilan darah sebelum bertanding itu, karena akan berpengaruh dan melemahkan Pacquiao. Promotor itu mengatakan, latihan lebih serius sudah dijadwalkan pada petinjunya dari Filipina itu.
"Lihat saja atlet NFL, NBA atau Major League Baseball yang termasuk atlet profesional. Mereka melakukan pemeriksaan secara `random`," katanya.
"Pemeriksaan darah menjelang tending akan berpengaruh pada atlet, karena ia mendapat tusukan jarum dan mengeluarkan darah dalam jumlah banyak," katanya. Arum mengatakan ia tidak setuju dengan cara pengambilan darah seperti yang dimaui kubu Mayweather dan menganggapnya sebagai "sabotase" dalam rencana pertandingan itu.

Maradona Yakin Capello Dipecat FA
Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona menganggap, itu adalah pencopotan yang direncakan oleh FA agar Fabio Capello mundur sebagai pelatih.

