Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 09:09 WIB
Pacquiao-Mayweather Masih Macet
A. Tjahjo Sasongko | cay | Minggu, 27 Desember 2009 | 22:38 WIB
|
Share:

LAS VEGAS, Kompas.com - Promotor pertarungan Manny Pacquiao vs Flyod Mayweather kembali melakukan pembicaraan, Sabtu (Minggu WIB) dengan harapan untuk menghidupkan kembali peluang mega pertarungan yang terlanjur dibatalkan akibat pertengkaran soal doping.
   
Tapi ternyata belum diperoleh kemajuan dan belum ada tanda-tanda bahwa pertarungan termahal sepanjang sejarah tinju itu bisa digelar seperti direncanakan pada 13 Maret 2010 di Las Vegas.
 
Mayweather menginginkan agar petinju menjalani tes doping sesuai dengan aturan Badan Anti Doping AS (USADA) yang mengharuskan Pacquaio menjalani tes doping sebelum pertarungan.
  
Ayah Mayweater, yaitu Mayweather senior menuduh Pacquaiao menggunakan doping untuk meningkatkan kemampuannya di atas ring dan menginginkan petinju Filipina tersebut menjalani tes doping sesuai dengan aturan USADA.
   
Pacquaio yang meradang dengan tuduhan tersebut menegaskan bahwa ia akan menuntut kubu Mayweather karena tuduhan tersebut bisa mencemarkan nama baiknya.

Sebagai jalan tengah, Pacquaio menawarkan tes darah dilakukan pada Januari, yaitu dua bulan sebelum pertarungan dan juga kemudian setelah pertarungan, tapi ditolak Mayweather. "Kami sadar bahwa 30 hari sebelum pertarungan tidak efektif," kata Richard Schaefer, ketua eksekutif Golden Bay Promotions, pendukung pertarungan tersebut.
   
Sementara itu Pacquaio yang dianggap sebagai pahlawan di Filipina menegaskan bahwa tetap siap untuk berhadapan dengan Mayweather. "Saya masih mau bertarung dengan Flyod Mayweather. Saya tidak pernah mengatakan pertarungan batal atau saya tidak ingin menghadapinya," kata Pacquiao dalam situs resminya. "Saya akan hadapi siapa pun dan kapan pun dan rekor saya sebelumnya telah membuktikan itu. Saya tidak pernah dan tidak akan menghindari siapa pun," katanya.
  
Pacquiao menolak untuk melakukan tes doping hanya 30 hari menjelang pertarungan karena dikhawatirkan akan merusak program latihannya. "Mengeluarkan darah dari tubuh saya bukanlah hal yang natural buat saya dan secara mental saya akan merasa lebih jika darah saya diambil hanya beberapa hari menjelang pertarungan," katanya.

 

Sumber :
ANT, AFP