Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 08:14 WIB
Dekade Penuh Warna
| jimbon | Kamis, 24 Desember 2009 | 06:35 WIB
|
Share:

CNA
Tiger Woods dan istrinya Elin Nordegren. Pasangan selebriti ini dirundung masalah keluarga menyusul gosip yang memberitakan perselingkuhan Woods

TERKAIT:

Anton Sanjoyo

KOMPAS.com - Satu dasawarsa pertama abad ke-21 akan segera berlalu dalam hitungan hari. Dunia olahraga mencatat begitu banyak kejadian, tetapi dipersatukan oleh campuran antara kegemilangan dan skandal. Di sisi lain, dunia olahraga juga berkutat dan berjuang di antara keruntuhan ekonomi dan dominasi pemilik modal, terutama pada cabang paling populer, sepak bola.

Di antara kegemilangan itu adalah gelaran Olimpiade Beijing 2008 dengan pembukaan dan penutupan yang spektakuler di Stadion Sangkar Burung nan indah. Olimpiade Beijing ini juga menjadi pengukuh kehebatan China dalam olahraga dengan mendepak dominasi Amerika Serikat dalam pengumpulan medali.

Dari lintasan atletik, dunia tercengang oleh tragedi Marion Jones, sprinter cantik AS yang mengguncang Olimpiade Sydney 2000. Pada awal dekade ini, di benua kanguru itu, Jones merebut tiga emas dan dua keping perunggu. Namun, pada Oktober 2007, Jones mengaku kepada pengadilan federal AS bahwa dia menggunakan steroid menjelang Sydney 2000. Jones kemudian mendekam di penjara selama enam bulan dan lima medali olimpiadenya dicabut.

Meski tercoreng tragedi Jones, dunia atletik bangkit di Beijing lewat kegemilangan Usain Bolt, sprinter Jamaika yang memecahkan rekor dunia 100 meter dan 200 meter serta 4 x 400 meter. Bolt menjadi atlet pertama peraih tiga emas nomor sprint pada satu gelaran olimpiade sejak Carl Lewis (AS) mencetaknya di Olimpiade Los Angeles 1984.

Beijing juga memunculkan Michael Phelps, perenang AS perebut delapan medali emas. Phelps melengkapi kecemerlangannya di kolam renang olimpiade dengan 14 emas setelah empat tahun sebelumnya di Athena dengan enam keping emas. Sepanjang 2001-2009, Phelps mengoleksi 22 keping emas pada lima kejuaraan dunia sekaligus mencatat rekor pada lima nomor individual berbeda: 200 meter gaya bebas, 100 meter kupu-kupu, 200 meter kupu-kupu, 200 meter gaya ganti perseorangan, dan 400 meter gaya ganti perseorangan.

Kembali ke atletik, dari Beijing, Bolt meneruskan kecemerlangannya pada kejuaraan dunia di Berlin. Bolt kembali memecahkan rekor dunia 100 meter dengan catatan spektakuler, 9,58 detik. Sebuah catatan yang memunculkan pertanyaan besar: ”sampai berapa cepat manusia bisa berlari?”

Dari lapangan tenis, Roger Federer tak terbendung menjadi atlet terbaik dekade ini. Dengan 15 gelar grand slam, termasuk satu-satunya gelar di Roland Garros, petenis Swiss ini punya komitmen tinggi pada pencapaian prestasi. Federer tampil di empat final grand slam tahun 2009 dan memenangi dua di antaranya. Dalam dua kesempatan lain di Australia dan AS, Federer tumbang dari Rafael Nadal dan Juan Martin del Potro. Namun, dunia melihat, Federer tak pernah menyerah untuk terus meraih gelar di usianya yang menjelang 30 tahun.

Tahun lalu, di final Wimbledon, Federer juga mencatat tampil dalam laga paling dramatik dalam satu dekade. Menghadapi Nadal di final, Federer berjuang keras selama lima set sebelum menyerah menjelang matahari terbenam di All England Club. Nadal sendiri untuk pertama kalinya juara di lapangan rumput Wimbledon sekaligus mengakhiri rekor juara lima kali beruntun Federer. Nadal juga menjadi petenis pertama setelah Bjorn Borg tahun 1980 yang menjuarai Perancis Terbuka dan Wimbledon pada tahun yang sama.

Tenis juga memunculkan kembali nama Kim Clijsters. Dua tahun meninggalkan dunia tenis untuk membangun keluarga, Clijsters, ibu satu anak, merebut Grand Slam AS Terbuka 2009. Dalam perjalanannya, petenis Belgia ini menggusur Williams bersaudara, Venus dan Serena, yang mendominasi tenis putri dalam satu dekade terakhir.

Drama tak kalah dramatik terjadi di lapangan bola pada final Liga Champions 2005 antara AC Milan dan Liverpool di Istanbul. Pemain Milan sudah berpesta saat turun minum setelah pada babak pertama unggul 3-0 lewat gol Paolo Maldini dan dua gol Hernan Crespo. Namun, di babak kedua, dalam apa yang kemudian disebut ”keajaiban enam menit”, Liverpool mencetak tiga gol balasan untuk memaksakan perpanjangan waktu dan adu tendangan penalti. Liverpool merebut gelar kelima di ajang antarklub paling bergengsi ini setelah menang adu penalti.

Setahun kemudian, sepak bola mencatat salah satu sejarah pahitnya saat Zinedine Zidane mengakhiri karier cemerlangnya dengan menanduk dada Marco Materazzi pada final Piala Dunia di Berlin. Zidane berjalan gontai setelah diganjar kartu merah dan Italia merebut gelar juara dunia.

Dari arena golf, Tiger Woods mencatatkan diri sebagai yang terbaik. Pegolf AS ini memulai kisah suksesnya tahun 2001 saat menjadi pegolf pertama yang merebut empat gelar major dalam satu musim. Namun, menjelang dekade ini berakhir, Woods memutuskan mundur sementara dari dunia golf menyusul skandal percintaan gelapnya dengan sekurangnya 10 wanita.

Bangsa Asia harus berterima kasih kepada Manny Pacquiao, petinju Filipina yang menjadi juara dunia di tujuh kelas berbeda. ”Saya menjadi promotor Muhammad Ali, Sugar Ray Leonard, dan Marvin Hagler. Tetapi, Pacquiao adalah petinju terbaik yang pernah saya promotori,” ujar Bob Arum.

Sumber :
Kompas Cetak