Bandung Barat, Kompas - Kabupaten Sumedang, Kabupaten Ciamis, dan Kabupaten Bogor bersaing ketat dalam kategori individual time trial dan mountain bike kualifikasi balap sepeda Pekan Olahraga Daerah XI/2010 di Kabupaten Bandung Barat, Senin (21/12).
"Mereka bersaing satu sama lain menempati peringkat pertama, kedua, dan ketiga. Catatan waktunya pun tidak terlalu jauh. Peringkat kedua dan ketiga berpeluang muncul menjadi juara di Porda," kata supervisor balap sepeda Noval Tedja.
Kategori individual time trial (ITT) diselenggarakan di kawasan Kota Baru Parahyangan, sedangkan nomor mountain bike (MTB) digelar di Cikole, Lembang.
Sumedang menempatkan wakilnya pada kategori ITT putra berjarak 40 kilometer lewat Dedi Suryadi yang tampil sebagai juara dengan catatan waktu 56 menit 35,414 detik. Selain itu, lewat Dadi N di kategori MTB XC putra, Sumedang juga menegaskan dominasinya. Dadi mencatatkan waktu 1 menit 42,50 detik.
Kabupaten Ciamis tidak mau ketinggalan memanaskan persaingan. Lewat Kusumawati yang menjadi kampiun kategori MTB XC putri, Ciamis seakan memuaskan dahaganya. Sebelumnya, Ciamis hanya menempatkan Chandra R dan Bandi S pada peringkat kedua dan ketiga MTB XC putra. Prestasi serupa dibukukan Kabupaten Bogor. Di kategori ITT putri 20 kilometer, Yanthy F mengalahkan pesaingnya, Isnaini serta Wahyuti, keduanya asal Kota Bandung. Yanthy F mencatatkan waktu 30 menit 20,008 detik.
Noval menambahkan, di luar Kabupaten Sumedang, Ciamis, dan Bogor, daerah lain, seperti Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Bandung, juga berpeluang meramaikan persaingan. Target medali perak
Sementara itu, Kota Bandung menyiapkan tim untuk kualifikasi catur Porda 2010, akhir tahun ini. Sembilan atlet putra dan enam atlet putri bersaing memperebutkan lima tempat di putra dan empat tempat di putri.
Seleksi untuk menjadi peserta kualifikasi ini dilakukan sekitar tiga hari, mulai 21 Desember di kompleks Komite Olahraga Nasional Indonesia Jawa Barat. "Sejauh ini baru dua atlet putri yang lolos, yaitu Regisa dan Tripisma," kata Sungkono, ketua seleksi tim catur Kota Bandung.
Menurut dia, atlet yang terpilih hanya akan dibebani meraih perak. Target itu dianggap realistis karena sangat berat bila memaksakan medali emas di kategori putra dan putri. Di kategori putri ada Kota Bekasi yang diperkuat Irene Kharisma. Adapun di kategori putra ada Susanto Megaranto yang memperkuat Indramayu.
Akan tetapi, meskipun peluangnya sangat tipis, Kota Bandung akan tetap berlatih di dalam dan luar daerah guna mendapatkan hasil lebih baik, di antaranya uji tanding ke Yogyakarta dan Bali.
Sungkono mengatakan, penyebab utama minimnya optimisme itu disebabkan belum fokusnya konsentrasi atlet catur Kota Bandung. Para atlet masih membagi perhatian dengan hal lain, terutama sekolah. Akibatnya, waktu latihan kerap kali bentrok dengan jadwal sekolah.
"Hal ini tidak lepas dari sulitnya olahraga catur dijadikan sebagai penopang hidup. Dari sisi ekonomi, catur belum bisa dijadikan pekerjaan utama," katanya.
Terlepas dari itu semua, lanjut Sungkono, prospek atlet catur Kota Bandung sangat cerah. Bila terus dibina dan dikembangkan, bakat muda atlet catur Kota Bandung bisa berbicara banyak dalam berbagai perlombaan. (CHE)


Maria Febe Kusumastuti dan Lindaweni Fenetri seperti kompak cedera sehingga tidak melanjutkan pertandingan penyisihan Grup A Piala Uber.