Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 09:00 WIB
Bos Mercedes Kuak Tabir Masa Depan Schumi
Aloysius Gonsaga AE | lou | Rabu, 16 Desember 2009 | 21:39 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Bos Mercedes F1, Nick Fry, sedikit menguak tabir tentang masa depan Michael Schumacher. Menurut Fry, mantan juara dunia tujuh kali Formula 1 tersebut akan kembali membalap pada musim 2010 bersama dengan Mercedes.

Sejauh ini, rumor tentang comeback-nya Schumi—sapaan Schumacher—terus bergulir. Meskipun nilai kebenarannya mendekati 100 persen karena Schumi ditengarai sudah mencapai kesepakatan verbal dengan bekas tim Brawn GP itu, pihak yang terkait belum mau memberikan kepastian tentang berita tersebut.

Bahkan, Presiden Ferrari Luca di Montezemolo secara implisit sudah mengatakan bahwa Schumi bakal kembali duduk di belakang kokpit mobil F1. Di Montezemolo mengatakan, pihaknya tak akan menghalangi rencana Schumi yang saat ini menjadi konsultan Ferrari untuk membalap dan mengincar gelar juara dunia kedelapan kalinya.

"Tentu saja kehadirannya sangat bagus untuk tim kami," ungkap Fry kepada BBC Sport Online. "Pandangan dari dalam F1, tidak hanya timku bahwa mereka semua berharap ini terwujud.

"Saya tidak bisa mengatakan kepada kalian pada saat ini (jika itu akan terjadi). Namun, sejumlah pebalap masih mungkin ada jika Michael memutuskan untuk tidak membalap. Ada beberapa alternatif, yang membuat kami bahagia."

Sementara itu, juru bicara Schumi, Sabin Kehm, masih tetap tutup mulut. Dia tidak ingin berbicara tentang masa depan pebalap Jerman tersebut. "Saya tidak ingin mengatakan apa pun atau berbicara tentang rencana yang akan dilakukannya."

Memang, sejak Jenson Button memutuskan untuk meninggalkan Mercedes/Brawn GP, ada satu kursi yang lowong, dan Schumi menjadi kandidat terkuat untuk mengisinya. Fry juga masih bertanya-tanya, mengapa pebalap Inggris tersebut hengkang dan memilih untuk bergabung dengan kompatriotnya di McLaren.

"Saya sepenuhnya tidak memahami apa motivasinya," ungkap Fry dalam laporan terpisah seperti ditulis Associated Press. "Jenson menginginkan tantangan baru. Dia telah membalap untuk menjadi juara dunia dan dia telah menggapainya. Namun, menurut saya, dia terlalu berani. Saya hanya bisa berharap bahwa dia meraih sukses."

Sumber :
Crash.net