JAKARTA, Kompas.com - Kontingen Indonesia yang berkekuatan 170 atlet dan ofisial Senin malam (7/12) telah meninggalkan Tanah Air untuk memulai perjuangannya di ajang pesta olahraga bangsa-bangsa se-Asia Tenggara, SEA Games Laos, yang secara resmi akan dimulai 9 hingga 18 Desember mendatang. Rombongan besar para duta Indonesia di arena SEA Games tersebut dipimpin Chef de Mission Alex Noerdin dan akan menggunakan pesawat carteran dari maskapai penerbangan Lion dengan kode penerbangan JT 2100.
Humas kontingen SEA Games Indonesia Firman Gindo mengatakan, rombongan besar kontingen Indonesia tersebut terdiri dari 170 atlet dan ofisial. "Keberangkatan ini merupakan keberangkatan terakhir sekaligus rombongan besar dari kontingen Indonesia ke SEA Games Laos," ungkapnya ditemui di Gedung KONI Pusat, Senin (7/12).
Dikatakannya, kontingen besar Indonesia tersebut akan meninggalkan Tanah Air melalui Bandara Soekarno-Hatta tepat pukul 22.30. "Rombongan besar ini nantinya akan tiba di Vientiane Laos sekitar pukul 02.30 WIB, persiapan penyambutan kontingen kita ini sudah dikoordinasikan oleh tim advance dari KONI Pusat yang sudah lebih dahulu tiba di Laos," katanya.
Rombongan besar ini, dikatakannya, merupakan atlet dan ofisial dari cabang renang, angkat besi, Biliar, voli indoor, voli pantai, taekwondo, tenis dan bulu tangkis. "Selain itu, ada cabang olahraga yang langsung ke Laos usai mengikuti berbagai ujicoba di luar negeri, sedangkan cabang lain yang akan berangkat keesokan harinya adalah golf, tinju, panahan, atletik, pencak silat, wushu, judo dan cabang fin swimming," jelasnya.


Maria Febe Kusumastuti dan Lindaweni Fenetri seperti kompak cedera sehingga tidak melanjutkan pertandingan penyisihan Grup A Piala Uber.