JAKARTA, Kompas.com - Petenis nasional Christopher Rungkat mengakui bahwa mempertahankan gelar juara Master Turnamen Garuda Indonesia Tennis Series 2009 sebagai tidak mudah.
Dalam pertandingan di lapangan tenis Hotel Sultan Jakarta, Minggu, Christo mengakui Nesa Arta memiliki kemajuan luar biasa, sehingga tak mudah untuk dihentikan, apalagi dengan melihat pertandingan Nesa sebelumnya di semifinal. "Ia (Nesa) kemajuannya memang luar biasa, dia sempat di ’atas angin’ dan berhasil pula memanfaatkan kelengahan saya," ujar Christopher Rungkat seusai pertandingan yang dimenangkan Christo 6-1, 3-6, 7-5.
Terutama ketika memasuki set kedua, Christo mengaku harus berjuang mengembalikan rasa percaya dirinya setelah sempat lengah dan memberikan keleluasaan kepada Nesa dalam pengumpulan angka. "Saya banyak melakukan "unforced error". Setelah itu saya berusaha untuk lebih confidence, dan akhirnya berhasil menguasai dua game terakhir pada set ketiga setelah kedudukan imbang 5-5," ujar Christopher Rungkat.
Christo menambahkan bahwa dirinya dan juga Nesa Arta telah mempersiapkan diri secara habis-habisan mengikuti seluruh seri Sportama sejak April lalu karena tengah dipersiapkan ke SEA Games Laos dan akan bertolak ke Vientiane pada 7 Desember mendatang.
Sementara Nesa Arta mengaku sempat tertekan oleh Christo pada awal pertandingan. Tetapi kemudian bisa balik menekan Christo saat memasuki set kedua. "Tapi menjelang akhir set ketiga, dia (Christo) yang dalam keadaan tertekan malah justru bisa balik menekan saya," ujar Nesa.
Meski demikian Nesa mengakui penampilannya pada pertandingan di semifinal melawan Elbert Sie pada Sabtu lalu justru lebih baik dibanding saat melawan Christo di final.