Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 18:00 WIB
Davydenko Pupus Harapan Djokovic
A. Tjahjo Sasongko | cay | Sabtu, 28 November 2009 | 09:29 WIB
|
Share:

LONDON,Kompas.com - Petenis Rusia, Nikolay Davydenko memupus harapan Novak Djokovic ke semifinal ATP World Tour Finals, setelah mengalahkan petenis Swedia Robin Soderling, Jumat.

Davydenko menang 7-6 4-6 6-3 atas Soderling dalam pertandingan  terakhir grup B. Dengan hasil ini, Davydenko menempati posisi kedua  grup B di bawah Soderling  yang menjadi juara. Sementara Djokovic  berada di urutan tigab di bawah keduanya.

Sebelumnya, Djokovic  menguak harapan lolos setelah mengalahkan pemain peringkat dua deunia, Rafael Nadal 7-6 6-3. Baik  Soderling, Davydenko dan Djokovic sama-sama  mengumpulkan 2 poin, namun Djokovic tersingkir karena memiliki selisih set lebih buruk.

Juara bertahan Djokovic, yang mmebuat Nadal harus berkemas pulang setelah kalah pada seluruh keenam set yang ia mainkan di O2 Arena, membutuhkan kekalahan Davydenko untuk mempertahankan harapannya dalam turnamen tersebut.
   
Soderling, yang mengalahkan Nadal dan Djokovic dalam dua set langsung pada awal pertandingan grup, diganjar dengan terhindar dari pertemuan dengan peringkat satu dunia Roger Federer di semifinal.
   
Pada babak empat semifinal,Soderling akab menghadapi petenis Argentina Juan Martin del Potro sementara Davydenko harus melawan petenis Swiss nomor satu dunia tersebut

Hasil pertandingan, Jumat:
Grup B
6-Nikolay Davydenko (Rusia) mengalahkan 8-Robin Soederling (Swedia) 7-6(4) 4-6 6-3
3- Novak Djokovic (Serbia) mengalahkan 2-Rafael Nadal (Spanyol) 7-6(5), 6-3
                          
Grup A
 *1. Roger Federer         3 2 1 5 4 2
 *2. Juan Martin Del Potro 3 2 1 5 4 2
  3. Andy Murray           3 2 1 5 4 2
  4. Fernando Verdasco     3 0 3 3 6 0
 
Grup B
 *1. Robin Soderling      3 2 1 5 2 2
 *2. Nikolay Davydenko     3 2 1 5 3 2
  3. Novak Djokovic        3 2 1 4 3 2
  4. Rafael Nadal          3 0 3 0 6 0


Capello: Saya Mundur Karena Kesalahpahaman

Fabio Capello membantah bahwa keputusannya mundur dari jabatan manajer timnas Inggris sebagai bentuk melarikan diri dari tekanan.

SEE MORE