KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Djokovic Lengkapi Penderitaan Nadal
Jumat, 27 November 2009 | 23:49 WIB

LONDON, Kompas.com - Novak Djokovic mengakhiri pertandingan penyisihan ATP World Tour Finals Grup B dengan kemenangan straight set atas Rafael Nadal. Dalam duel yang berdurasi 1 jam 57 menit tersebut, Jumat (27/11) di 02 Arena, London, Inggris, Djokovic menang 7-6(7/5), 6-3.

Dengan hasil ini, Djokovic yang pada laga sebelumnya kalah dua set langsung dari pemain Swedia Robin Soderling, masih memiliki harapan untuk lolos ke semifinal turnamen akhir tahun yang mempertemukan delapan petenis top sepanjang ATP 2009 ini. Asalkan, pada pertandingan lain yang baru akan berlangsung Jumat malam atau Sabtu pagi WIB, Soderling bisa mengalahkan pemain Rusia Nikolay Davydenko, yang dikalahkannya pada pertandingan pertama awal pekan ini.

Sebab, jika Davydenko menang, maka kemenangan Djokovic menjadi sia-sia. Petenis Serbia yang tahun lalu di Shanghai menjadi juara turneman ini dipastikan tersingkir, meskipun dia memiliki rekor menang-kalah sama dengan Soderling dan Davydenko--saat ini rekor menang kalah Djokovic 2-1, dan untuk sementara Soderling 2-0 dan Davydenko 1-1.

Sedangkan bagi Nadal, kekalahan ini melengkapi penderitaannya selama penyisihan grup yang menggunakan sistem round-robin. Dari tiga pertandingan yang dilakoninya, pemain nomor dua dunia asal Spanyol ini selalu kalah dan semuanya dalam dua set.

Kedua pemain mengawali pertarungan ini dengan kurang bagus. Di set pertama, Nadal yang memegang servis kehilangan poin karena Djokovic yang menjadi pemenangnya. Tapi di game kedua, giliran Nadal yang melakukan break back sehingga skor menjadi 1-1. Pada dua game selanjutnya, kedua pemain kembali sama-sama membuat break sehingga skor tetap imbang 4-4.

Setelah itu, baik Djokovic maupun Nadal sama-sama mengamankan poin ketika memegang servis, sampai kedudukan 6-6. Alhasil, duel dilanjutkan dengan tie-break, yang dimenangkan Djokovic dengan 7-5.

Ketika akan memasuki game keempat di set kedua, Nadal yang tertinggal 1-2 sempat mendapat perawatan akibat mengalami gangguan pada punggung. Setelah dipijat, Nadal yang mendapat giliran memegang servis, melanjutkan pertandingan. Kali ini, Djokovic tak membuang kesempatan untuk meraih poin dan petenis Serbia ini berhasil melakukan break untuk unggul 3-1.

Di game kelima, Djokovic melanjutkan dominasinya. Saat memimpin 40-15, pemain nomor tiga dunia ini melepaskan drop volley yang membuat Nadal tak mampu menjangkau bola yang jatuh di depan net, sehingga dia memenangkan game ini untuk menambah keunggulannya menjadi 4-1.

Selanjutnya, Nadal yang terkenal pantang menyerah, terus memberikan perlawanan maksimal. Terbukti, Djokovic yang memegang service for the match, harus perlu empat kali deuce ketika akan mengakhiri pertandingan ini. Pengembalian bola yang terlalu panjang dari Nadal, membuat Djokovic akhirnya menang 6-3 di set kedua ini.

Kemenangan ini kian menegaskan, Djokovic masih terlalu tangguh bagi Nadal jika bermain di lapangan keras. Dari total 22 pertemuan, secara keseluruhan Nadal unggul 14-7, termasuk 9-0 di lapangan tanah liat dan 2-0 di lapangan rumput. Tapi di lapangan keras, Djokovic unggul 7-3, termasuk dua pertemuan sebelumnya pada semifinal  ATP World Tour Masters 1000 di Cincinnati dan Paris, di mana Djokovic selalu menang straight set.

Hasil ini juga mengancam posisi Nadal sebagai pemain nomor dua dunia. Jika Djokovic lolos (dengan asumsi Davydenko ditaklukkan Soderling) ke semifinal dan terus melaju hingga menjadi juara, maka petenis Serbia ini akan menjadi pemain nomor dua dunia, karena sekarang dia hanya tertinggal 1295 poin dari Nadal. Akan tetapi, Nadal berpeluang merebut kembali posisi tersebut, jika pada Desember nanti berhasil membawa Spanyol menjadi juara Piala Davis, dengan catatan, Nadal harus memenangkan dua laganya di partai tunggal melawan pemain Republik Ceko. (ATP)

Penulis: LOU   |   Editor: lou Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.