
JAKARTA, Kompas.com - BMW telah mencapai kesepakatan untuk menjual kembali tim Formula 1 (F1) ke Peter Sauber, setelah gagal terjadi deal dengan Qadbak Investment. Jumat (27/11), BMW mengonfirmasi bahwa Sauber, yang sudah memiliki saham di tim BMW-Sauber F1, akan mengendalikan secara penuh tim ini.
Dengan demikian, harapan BMW untuk tampil lagi di F1 musim 2010 sudah terkuak lagi. Hanya saja, mereka masih harus menunggu keputusan dari Asosiasi Otomobil Internasional (FIA), apakah diperbolehkan ikut berkompetisi atau tidak.
Memang, menjelang akhir musim 2009 BMW mengumumkan bahwa mereka menarik diri dari kompetisi musim mendatang. Beberapa hari sebelum pengumuman tersebut, tim ini juga tak menandatangani Concorde Agreement baru. Dengan kenyataan tersebut, BMW-Sauber tidak mendapat jaminan untuk mendapat grid pada musim 2010.
Hanya saja, keputusan Toyota untuk meninggalkan F1 membuka peluang bagi Sauber. Mereka optimistis FIA akan menerimanya kembali untuk ikut pada musim baru nanti.
"Saya sangat lega, karena akhirnya kami bisa menemukan jalan keluar," ungkap Sauber, tentang penjualan tersebut. "Itu artinya, kami bisa terus bertahan di wilayah Hinwil dan terus bekerja di sana.
"Staf kami di sini sangat berkompeten dan penuh motivasi, dan saya menantikan tantangan baru ini bersama tim. Saya ingin berterima kasih kepada BMW, atas kebersamaan selama empat tahun untuk meraih sukses."
Dr Klaus Draeger, seorang anggota manajemen BMW menambahkan, mereka juga sangat bahagia dengan solusi yang sudah tercapai ini. Karena, kesepakatan tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk membawa tim ini meraih kesuksesan.
"Hubungan kami dengan Peter Sauber selalu bagus dan harmonis. Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Peter Sauber dan semua tim, atas kerja sama yang sudah dijalin selama empat tahun," ungkapnya.
Kedua kubu juga mengonfirmasi, bahwa penjualan tim ke Sauber, membawa dampak adanya pemotongan jumlah tenaga kerja, dari 388 menjadi hanya sekitar 250 orang. Restruktur tim ini untuk membuat kondisi tim menjadi lebih baik.