YOGYAKARTA, Kompas.com - Pelatih tim balap sepeda DI Yogyakarta Dadang Haries, meminta agar Speedy Tour d'Indonesia yang mengambil rute Jawa - Bali sepanjang 1.513 km menambah juri lintasan.
"Juri lintasan yang diturunkan dalam tur balap sepeda jalan raya kali ini jumlahnya minim. Hal itu membuat kecurangan yang dilakukan beberapa tim untuk menarik para pebalapnya dengan mobil di belakangnya," kata Dadang di Yogyakarta, Jumat (27/11).
Menurut Dadang, kecurangan yang dilakukan beberapa tim lokal dapat memicu tim lain untuk melakukan hal yang sama. Dengan demikian, maka tur d’Indonesia akan dinodai perbuatan tidak sportif.
Dadang mengatakan, kondisi seperti itu seharusnya diantisipasi oleh panitia dengan menurunkan juri lintasan yang cukup jumlahnya. Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya ketika panitia menggunakan motor untuk memantau lomba.
"Jika jumlah juri memenuhi syarat, dipastikan kecurangan saat pebalap melakukan lomba tidak lagi dilakukan oleh crew atau ofisialnya. Bahkan pihak-pihak yang ketahuan melakukan tindakan tidak sportif langsung mendapat teguran," katanya.
Bila teguran itu tidak diindahkan dan tim peserta tetap membandel, maka juri bisa memberikan penalti pada ofisial tersebut. Dengan begitu ofisial tersebut tidak boleh mengikuti rombongan lomba.
Lebih jauh Dang mengatakan, ketegasan dan memperbanyak juri lintasan itu adalah untuk mendidik sportivitas semua tim yang tampil dalam tur de Indonesia. Dengan harapan Tour de Indonesia dapat dijadikan sebagai ajang pembinaan prestasi atlet menuju jenjang internasional.
Sebagian besar atlet nasional yang turun pada lomba ini adalah pebalap muda yang datang dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan begitu, dalam segi pembibitan dan pembinaan pebalap sangat tepat sekali untuk meraih pengalaman tanding internasional di Tanah Air.