Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 20:14 WIB
Federer Samai Rekor Connors, tapi Masih di Bawah Sampras
Aloysius Gonsaga AE | lou | Rabu, 25 November 2009 | 22:36 WIB
|
Share:

AFP/GLYN KIRK
Roger Federer (kiri), menerima trofi ATP World Tour Champion yang diberikan ATP Executive Chairman and President Adam Helfant.

TERKAIT:

LONDON, KOMPAS.com — Roger Federer baru saja memastikan diri sebagai pemain nomor satu dunia pada akhir tahun 2009 ini. Hal tersebut diraihnya setelah dia menaklukkan Andy Murray dalam pertandingan kedua ATP World Tour Finals di 02 Arena London, Rabu (25/11).

Ini artinya, Federer sudah lima kali menempatkan diri di posisi teratas daftar ATP pada akhir tahun. Dengan demikian, petenis superstar Swiss ini menyamai rekor Jimmy Connors yang lima tahun berturut-turut berada di peringkat satu dunia, dan masih satu strip di bawah petenis legendaris Amerika Serikat, Pete Sampras, yang enam tahun berturut-turut jadi pemain nomor satu sejak 1993-1998.

Sebenarnya, di turnamen akhir tahun ini Federer dan rival terberatnya, Rafael Nadal, bersaing untuk memperebutkan posisi nomor satu dunia di pengujung musim. Namun, Nadal sudah lebih dulu tersingkir karena pada pertandingan pertamanya di turnamen yang menggunakan sistem round-robin ini, unggulan kedua tersebut kalah dua set langsung dari petenis Swedia, Robin Soderling. Sebaliknya, Federer menuai dua kemenangan setelah menaklukkan Fernando Verdasco di laga perdana, sebelum mengalahkan Murray.

"Ini memiliki arti yang sangat banyak, kembali menjadi pemain nomor satu dan tetap menjadi nomor satu di akhir musim. Ini merupakan tahun yang hebat bagi saya, baik di dalam maupun di luar lapangan, karena bisa membuat rekor baru sebagai petenis terbanyak meraih gelar grand slam," ungkap Federer, yang sudah mengoleksi 15 gelar grand slam, mengalahkan raihan Sampras (14 kali).

Federer pernah membuat rekor sebagai pemain yang paling lama menduduki posisi teratas peringkat ATP, yaitu selama 237 minggu dari 2 Februari 2004 hingga 17 Agustus 2008, sebelum Nadal menghentikan dominasinya. Namun, setelah itu pemain berusia 28 tahun ini kembali "mengudeta" Nadal pada 6 Juli 2009, setelah meraih gelar di Grand Slam Wimbledon, sekaligus mematahkan rekor Sampras sebagai pemain yang paling banyak menjadi juara grand slam.

Kini Federer menyamai prestasi Ivan Lendl, sebagai satu-satunya petenis yang mempertahankan, kehilangan, dan mengambil kembali ke posisi sebagai pemain nomor satu dunia, dalam sejarah ranking ATP sejak 1973. Lendl menjadi pemain nomor satu sejak 1985-1987, kemudian melorot ke urutan dua di belakang Mats Wilander pada 1988, sebelum merebut kembali posisi itu pada akhir tahun 1989. (ATP)

- Daftar pemain nomor satu dunia di setiap akhir tahun (sejak 1973):

Year     Player
2009     Roger Federer (Swiss)
2008     Rafael Nadal (Spanyol)
2007     Roger Federer (Swiss)
2006     Roger Federer (Swiss)
2005     Roger Federer (Swiss)
2004     Roger Federer (Swiss)
2003     Andy Roddick (AS)
2002     Lleyton Hewitt (Australia)
2001     Lleyton Hewitt (Australia)
2000     Gustavo Kuerten (Brasil)
1999     Andre Agassi (AS)
1998     Pete Sampras (AS)
1997     Pete Sampras (U.S.)
1996     Pete Sampras (AS)
1995     Pete Sampras (AS)
1994     Pete Sampras (AS)
1993     Pete Sampras (AS)
1992     Jim Courier (AS)
1991     Stefan Edberg (Swedia)
1990     Stefan Edberg (Swedia)
1989     Ivan Lendl (Republik Ceko)
1988     Mats Wilander (Swedia)
1987     Ivan Lendl (Republik Ceko)
1986     Ivan Lendl (Republik Ceko)
1985     Ivan Lendl (Republik Ceko)
1984     John McEnroe (AS.)
1983     John McEnroe (AS)
1982     John McEnroe (AS)
1981     John McEnroe (AS)
1980     Bjorn Borg (Swedia)
1979     Bjorn Borg (Swedia)
1978     Jimmy Connors (AS)
1977     Jimmy Connors (AS)
1976     Jimmy Connors (AS)
1975     Jimmy Connors (AS)
1974     Jimmy Connors (AS)
1973     Ilie Nastase (Romania) 


Maradona Yakin Capello Dipecat FA

Legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona menganggap, itu adalah pencopotan yang direncakan oleh FA agar Fabio Capello mundur sebagai pelatih.

SEE MORE