JAKARTA, Kompas.com - Klub basket putri ABFII Perbanas tampil sebagai juara Liga Basket Mahasiswa Nasional (Libamanas) 2009. Gelar ini diraih setelah mereka menundukkan Universitas Surabaya (Ubaya) 68-51 di Hall Basket Senayan Jakarta, Selasa (24/11).
Sebagai juara, Perbanas menerima hadiah uang pembinaan sebesar Rp 10 juta, sedangkan runner-up Ubaya menerima Rp 7,5 juta.
Dalam pertandingan tiga kuarter pertama, Perbanas unggul 18-12, 18-13 dan 13-7, sedangkan pada kuarter keempat Ubaya memaksa imbang 19-19. Pemain andalan Perbanas Wulan Ayuningrum secara memukau membukukan empat kali lemparan tiga poin dalam pertandingan tersebut.
"Pemain kunci di Perbanas memang Wulan, dan kami bermain seperti antiklimaks. Pertandingan di semifinal malah lebih seru dibanding final bagi kami," ujar pelatih Ubaya, Sapto Wahyu seusai pertandingan.
Sapto mengatakan, para pemainnya tak mampu mengatasi tekanan yang dilancarkan pemain-pemain Perbanas yang merengkuh gelar juara untuk keenam kalinya. Meski begitu Sapto tetap memuji para pemainnya yang tampil maksimal.
"Pada kuarter ketiga siapa pun yang kami turunkan tak akan mampu menghadang kekuatan Perbanas. Meski kalah, tapi tim saya tak mau menyerah begitu saja," ujarnya.
Sementara kapten tim Irene Gabriela mengakui timnya kalah kelas dibanding Perbanas.
"Kami kalah pengalaman karena di Perbanas banyak pemain anggota Pelatnas," ujarnya.
Manajer Perbanas, Sugeng Irianto mengakui bahwa timnya lebih fokus untuk pertandingan final kali ini, karena membawa misi mempertahankan gelar juara.
"Kita memang lebih fokus karena ingin mempertahankan gelar juara, apalagi semua tim memang sangat siap menghadapi liga kali ini," ujarnya.
Sugeng menambahkan bahwa menghadapi musim kompetisi tahun depan timnya harus pula melakukan regenerasi pemain. Nathasa Clara, Marina dan Wulan pada musim depan kemungkinan sudah meninggalkan tim karena fokus pada kuliahnya.

Capello: Saya Mundur Karena Kesalahpahaman
Fabio Capello membantah bahwa keputusannya mundur dari jabatan manajer timnas Inggris sebagai bentuk melarikan diri dari tekanan.

