KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
PDAM Juara Divisi I Livoli
Laporan wartawan KOMPAS Gatot Widakdo
Minggu, 22 November 2009 | 20:20 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com- Tim putra PDAM Badung Bali tak terbendung untuk menjuarai Sampoerna Hijau Liga Bola Voli Divisi Satu. PDAM mengalahkan Berlian Semarang 3-0 (25-17, 35-33, 25-17) pada partai final yang digelar di GOR Dimyati, Tangerang, Banten, Minggu (22/11).  

PDAM langsung tancap gas di set pertama. Serangan yang cukup variatif membuat mereka memimpin di awal set pertama 11-4. Sebaliknya, serangan yang dibangun Berlian sangat monoton, sehingga bisa dengan mudah diantisipasi pemain PDAM. Set pertama menjadi mil ik PDAM dengan keunggulan 25-19.  

 

Pada set kedua, Berlian mencoba mengembangkan permainan dengan serangan yang lebih variatif. Hasilnya mereka bisa memimpin 5-1. Meski demikian, PDAM juga berusaha mengimbangi permainan PDAM. Setelah kedudukan menjadi 14-14, raihan angka kedua tim berlangsung ketat dan saling menyusul.  

 

Berlian mendapatkan momentum ketika unggul 24-23. Namun, peluang itu lepas dan membuat pertandingan menjadi lebih menegangkan. Setelah silih berganti memimpin, PDAM mampu menutup set kedua dengan 35-33.  

 

Pada set ketiga, PDAM sudah di atas angin. Sementara kepercayaan diri pemain Berlian mulai runtuh. Tanpa kesulitan, Berlian menutup pertandingan set ketiga 25-17.  

 

Di bagian putri, Bahana Bina Pakuan tampil sebagai juara setelah sukses menundukkan SKR Sigap 3-0 (25-19, 25-18, 25-12). Dhesy Saptiarini menjadi motor kemenangan Bahana. Dhesy bermain impresif dengan smes-smes kerasnya. Kemenangan ini sesuai dengan harapan kami, kata pelatih Bahana, Susanti Martalia.

 

Editor: msh Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.