JAKARTA, KOMPAS.com — Pemain non-unggulan Denmark, Jan O Jorgensen, menghentikan laju tunggal putra tuan rumah, Chen Jin, di semifinal China Terbuka Super Series. Dalam pertarungan berdurasi 1 jam 8 menit di Pudong Yuanshen Sport Center, Shanghai, Sabtu (21/11), Jorgensen menang rubber set 11-21, 21-18, 22-20 atas unggulan keempat tersebut, yang bermain dengan rasa sakit.
Dengan demikian, Jorgensen sudah meruntuhkan satu tembok China di semifinal turnamen berhadiah 250.000 dollar AS ini. Di final besok, Jorgensen akan bertemu dengan pemenang antara unggulan kedua dari China, Lin Dan, dan unggulan keenam dari Korsel, Park Sung Hwan.
Di set pertama, Chen Jin yang sejak babak kedua sudah mengalami gangguan pada kakinya tampil sangat dominan. Setelah tertinggal 0-1, unggulan keempat ini meraup enam poin untuk memimpin 6-1, dan selanjutnya terus menjauh sampai menang 21-11.
Di set kedua, pertarungan berlangsung ketat dan seru karena terjadi kejar-mengejar angka. Namun, setelah unggul 12-9, cedera kaki kanan Chen Jin kumat sehingga pergerakannya menjadi sangat lamban.
Situasi ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Jorgensen sehingga dia bisa mengejar dan menyamakannya pada kedudukan 17-17, sebelum menang 21-18 dan memaksa rubber game.
Pada set penentuan, Chen Jin memaksakan diri untuk melanjutkan pertandingan. Usahanya sempat memberikan harapan untuk lolos karena Chen Jin selalu memimpin perolehan poin dan sempat unggul 15-9.
Namun, cedera membuatnya semakin tersiksa sehingga harus mendapat perawatan dari dokter. Dalam kondisi pincang dan terlihat sangat kesakitan, Chen Jin terus melanjutkan pertandingan, yang diselesaikan dengan deuce. Jorgensen dengan sangat baik memanfaatkan kelemahan lawan sehingga dia bisa menang 22-20, sekaligus memastikan diri ke final.
Dengan demikian, Jorgensen menggagalkan kemungkinan all-Chinese final di sektor tunggal putra. Pasalnya, pada semifinal lain, Lin Dan diprediksi akan menaklukkan Park Sung Hwan.
China masih dominan di sektor putri
Jika di sektor tunggal putra satu pemain China sudah gagal, lain halnya dengan sektor putri. Di nomor tunggal ataupun ganda putri, dipastikan "Negeri Tirai Bambu" ini meraih gelar juara karena terjadi all-Chinese final.
Hal ini terjadi setelah ganda putri unggulan keenam, Tian Qing/Zhang Yawen, menyingkirkan unggulan ketiga dari Malaysia, Chin Eei Hui/Wong Pei Tty. Dalam duel selama 39 menit, Tian/Zhang menang 21-17, 21-8.
Di semifinal lainnya terjadi pertarungan antara sesama pemain tuan rumah, Ma Jin/Wang Xiaoli (unggulan 4) melawan Du Jing/Yu Yang (2).
Sedangkan di sektor tunggal putri, China merajai babak semifinal. Unggulan keenam Jiang Yanjiao memastikan diri ke final setelah menang 21-17, 21-14 atas Wang Shixian, dan akan bertemu pemenang antara Li Xuerui dan Wang Xin.
Di sektor ganda campuran, China juga sudah memastikan diri meraih tiket ke final karena terjadi pertarungan antar-sesama pemainnya. Unggulan kedua Zheng Bo/Ma Jin ditantang Zhang Nan/Zhao Yunlei.
Sedangkan di partai ganda campuran lainnya, unggulan pertama dari Korsel, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung, bertemu unggulan ketujuh dari Thailand, Songphon Anugritayawon/Kunchala Voravichitchaikul.
Kali ini, China hanya gagal di sektor ganda putra. Tanpa pasangan andalannya, Cai Yun/Fu Haifeng, yang tidak tampil di sini, China gagal menempatkan wakilnya di semifinal.

Gillardino Ingin Bela Italia di Piala Eropa
Penyerang Genoa, Alberto GIlardino, menyatakan keinginannya kembali membela timnas Italia di Piala Eropa 2012.

