JAKARTA, KOMPAS.com — Ganda campuran Indonesia, Devin Lahardi Fitriawan/Liliyana Natsir, belum mendapat rintangan berarti di China Terbuka Super Series. Kali ini, pasangan yang baru "disandingkan" tersebut dengan mudah meraih tiket ke perempat final setelah mengempaskan pasangan Korea Selatan, Shin Baek Cheol/Kim Min Jung.
Pada pertandingan di Pudong Yuanshen Sport Center, Shanghai, Kamis (19/11), yang berdurasi 26 menit, Devin/Liliyana menang 21-11, 21-16. Besok, pasangan non-unggulan ini bertemu pemain China Zhang Nan/Zhao Yunlei, yang juga menang straight set 21-16, 21-15 atas pasangan Malaysia yang lolos melalui babak kualifikasi, Koo Kien Keat/Wong Pei Tty.
Raihan Devin/Liliyana sejauh ini sangat membanggakan. Pada laga perdananya, mereka hanya perlu waktu 20 menit untuk menang 21-9, 21-11 atas pasangan Selandia Baru, Haliday Donna/Tam Henry. Padahal, pasangan coba-coba ini "terpaksa" diturunkan untuk memberikan kesempatan istirahat kepada tandem mereka yang sebenarnya.
Sejatinya, Liliyana berpasangan dengan Nova Widianto. Namun, pasangan yang pada awal bulan ini menjadi juara di Perancis Terbuka dan pekan lalu menjadi finalis Hongkong Terbuka tersebut "diceraikan" dengan alasan memberikan waktu istirahat bagi Nova yang bakal menjadi tulang punggung Indonesia di SEA Games Laos bulan Desember. Pasalnya, performa pemain berusia 33 tahun tersebut terlihat menurun setelah selalu tampil di empat super-series terakhir (Jepang, Denmark, Perancis, dan Hongkong Terbuka).
"Penampilan Nova sudah menurun di Hongkong sehingga bertemu pasangan Polandia (Robert Mateusiak/Nadiezda Kostiuczyk) pun mereka kesulitan. Kalau diteruskan ke China akan semakin menurun," ungkap pelatih ganda campuran Indonesia, Richard Mainaky, beberapa waktu lalu.
Richard juga menjelaskan alasan yang membuat Liliyana tetap diberi kesempatan bermain, meskipun harus dipasangkan dengan pemain lain. Menurutnya, Liliyana masih muda sehingga belum bermasalah jika harus bermain terus-menerus.
"Saya mau lihat, apakah Devin bisa mengimbangi pemain yang sudah punya nama seperti Liliyana. Siapa tahu hasilnya bagus sehingga bisa menambah percaya diri di SEA Games," tambah Richard yang mengatakan bahwa Devin adalah pemain yang sudah komplet.
Di samping mengistirahatkan Nova untuk persiapan SEA Games, pemasangan Devin dengan Liliyana juga memberi kesempatan bagi Lita Nurlita—pasangan tetap Devin—untuk melakukan pembenahan terhadap persiapan SEA Games.
"Lita masih perlu pembenahan cara main," lanjut Richard yang menargetkan medali emas untuk Nova/Liliyana dan perak untuk Devin/Lita di Laos.
Penampilan Devin/Liliyana dalam pertandingan ini sangat memukau. Di set pertama, mereka tampil sangat agresif sehingga jauh meninggalkan lawannya. Pasangan Korsel sempat memimpin 4-3, tetapi setelah itu Devin/Liliyana meraup 11 poin secara beruntun untuk balik memimpin 14-4, sebelum mengakhiri set ini dengan keunggulan 21-11.
Di set kedua, Devin/Liliyana tetap memegang kendali permainan sehingga mereka terus memimpin perolehan poin. Pasangan Korsel sempat bangkit setelah meraih lima poin untuk unggul 11-10. Akan tetapi, ini tak bisa berlanjut karena Devin/Liliyana kembali mendominasi pertandingan dan balik memimpin 15-11 sampai menutup duel dengan kemenangan 21-16.
Dengan keberhasilan Devin/Liliyana, maka secara keseluruhan, Indonesia baru meloloskan dua wakilnya ke perempat final. Sebelumnya, tunggal putra Sony Dwi Kuncoro yang lebih dulu meraih tiket babak delapan besar akan bertemu unggulan keempat dari China, Chen Jin. Sementara itu, tunggal putri Maria Kristin Yulianti serta dua ganda putra, Markis Kido/Hendra Setiawan dan Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, gagal melaju.
Masih ada dua wakil Indonesia yang belum bertanding hari ini. Mereka adalah tunggal putra Simon Santoso dan ganda putra Bona Septano/Muhammad Ahsan.


Lee Chong Wei bakal absen paling kurang satu bulan akibat cedera otot engkel saat memperkuat Malaysia di Piala Thomas.