Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 05:43 WIB
Roach: Pacquiao Nyaris Sempurna!
| lou | Sabtu, 14 November 2009 | 16:05 WIB
|
Share:

LAS VEGAS, Kompas.com - Pelatih Manny Pacquiao Freddie Roach mengatakan, petinjunya sudah disiapkan hampir sempurna untuk menumbangkan petinju Puerto Riko, Miguel Cotto, dalam pertarungan kelas welter WBO, Sabtu (24/11) waktu setempat atau Minggu pagi WIB.

Walaupun Pacquiao baru untuk pertama kalinya bertanding di kelas welter melawan petinju yang lebih besar dan kuat, Roach yakin anak asuhnya itu akan meraih kemenangan. Alasannya, akumulasi pukulan petinju Filipina ini hebat, serta gerak kakinya lincah.  

"Saya belum pernah melihat petinju saya persiapkan sebagus ini," kata Roach dalam wawancara dengan Reuters di MGM Grand, Jumat waktu setempat. "Pacquiao akan tampil lebih baik dibanding sebelumnya.

"Cotto memang lebih besar tetapi saya yakin tinju Pacquiao lebih hebat karena ia memiliki gerakan lebih cepat.

"Saya menghormati Miguel, tetapi besok dia akan tumbang terkena pukulan Manny. Pertahanannya kurang bagus, ia gampang dipukul dan ia akan menjadi petinju yang tumbang di tangan Manny," katanya.

Petinju Filipina yang terkenal memiliki kekuatan pukulan kidal itu sudah melatih tangan kanannya bersama Roach sejak ia kalah terakhir kali dari dua kekalahan dalam kariernya--setelah kalah angka atas petinju Meksiko, Erik Morales, Maret 2005.

"Seseorang mengatakan kepada saya bahwa tangan kanan Manny kurang bagus. Dia petinju biasa," kata Roach.

"Makanya tugas saya untuk memperbaiki fisiknya dan saya tidak akan puas sampai tangan kanannnya bisa sebagus tangan kirinya. Dan saya kira hal itu akan kita lihat besok," tegasnya.  

Pacquiao tampil bagus pada laga terakhirnya, ketika menang KO di ronde kedua atas petinju Inggris, Ricky Hatton, Mei. Karena itu, dia berhak atas sabuk juara kelas welter ringan IBO.

Sumber :
Ant, Reuters

Capello: Saya Mundur Karena Kesalahpahaman

Fabio Capello membantah bahwa keputusannya mundur dari jabatan manajer timnas Inggris sebagai bentuk melarikan diri dari tekanan.

SEE MORE