HONGKONG, KOMPAS.com — Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa melangkah ke semifinal Hongkong Terbuka Super Series. Ganda campuran Indonesia yang pernah bernaung di bawah atap Pelatnas Cipayung ini meraih tiket tersebut setelah mengalahkan "adik" mereka dari Pelatnas, Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet, dalam pertarungan rubber set yang berakhir 22-20, 18-21, 21-11.
Di babak empat besar, Sabtu (14/11), Hendra AG/Vita yang merupakan unggulan ketujuh ini akan menghadapi pasangan nomor satu Pelatnas, Nova Widianto/Liliyana Natsir. Unggulan ketiga tersebut meraih tiket ke semifinal setelah menang 19-21, 21-9, 21-9 atas unggulan kelima dari China, He Hanbin/Yu Yang. Dengan demikian, sudah bisa dipastikan Indonesia menempatkan satu wakil di partai final ganda campuran.
Faktor mental tampaknya menjadi penghalang keberhasilan Fran/Pia pada pertandingan yang berlangsung di Queen Elizabeth Stadium, Jumat (13/11). Pasalnya, di set pertama mereka sempat jauh meninggalkan Hendra AG/Vita dengan keunggulan 11-5. Namun, setelah itu perolehan angka Fran/Pia tersendat sehingga Hendra AG/Vita secara perlahan bisa mengejar dan menyamakannya di kedudukan 19-19, dilanjutkan dengan 20-20, yang memaksa deuce.
Dalam situasi kritis ini, mental juara dan pengalaman Hendra AG/Vita yang menjadi penentu. Pasangan senior ini bisa menambah dua poin untuk menang 22-20.
Di set kedua, permainan berlangsung lebih ketat dan seru karena terjadi kejar-mengejar angka. Hendra AG/Vita sempat memimpin 7-4, tetapi bisa tersusul dan Fran/Pia balik memimpin 11-8. Setelah itu, dua pasangan Tanah Air tersebut saling mengejar hingga skor 18-18, dan Fran/Pia yang bisa menyudahinya dengan kemenangan 21-18, sekaligus memaksa rubber game.
Pada set penentuan, performa Fran/Pia menurun drastis. Ini membuat perjalanan Hendra AG/Vita sangat mulus sehingga mereka tak terlalu kesulitan untuk meraih tiket ke semifinal setelah menang 21-11.
Ganda putra bertemu lawan tangguh
Selain di sektor ganda campuran, Hendra AG juga meraih sukses di nomor ganda putra. Berpasangan dengan Alven Yulianto Chandra, mantan pasangan Pelatnas ini mampu menghentikan langkah unggulan pertama yang juga kompatriotnya, Markis Kido/Hendra Setiawan. Alven/Hendra AG meraih kemenangan dua set langsung 21-11, 21-18.
Namun di semifinal nanti, unggulan keenam ini harus bertemu lawan super berat dari Korea Selatan, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae. Unggulan ketiga, yang bulan Juni lalu menjadi juara Indonesia Terbuka Super Series, lolos setelah menang 17-21, 21-16, 21-16 atas pasangan Inggris, Anthony Clark/Nathan Robertson.
Peluang Alven/Hendra AG untuk melewati adangan berat ini memang tetap ada. Namun, menilik performa pasangan Korsel tersebut, tampaknya Alven/Hendra AG perlu motivasi dan semangat yang berlipat ganda untuk bisa menyingkirkan Jung/Lee, yang memang terkenal memiliki pertahanan sangat rapat dan serangan mematikan.


Para pelatih atletik menerima bonus dari PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia.
Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta akan memperbaiki beberapa gelanggang olahraga yang ada di Jakarta.
Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng berharap prestasi Indonesia dalam SEA Games tahun ini bisa diulang di Myanmar, dua tahun lagi.
Juara SEA Games Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tersingkir di babak kedua turnamen China Terbuka Superseries Premier, Kamis 24/11.

Polda Metro akan bertemu penyelenggara pertandingan SEA Games dan pengelola Gelora Bung Karno Senayan, guna mengevaluasi penyebab kematian

Polisi soroti sistem penjualan tiket sepak bola SEA Games karena penyelenggara pertandingan kurang menyampaikan informasi kepada calon penonton.

Suprapti 30 tak menyangka keikhlasannya mengabulkan permintaan Aprilianto Eko Wicaksono menonton sepak bola SEA Games adalah akhir pertemuannya.

Para atlet asal Kota Malang yang meraih medali emas SEA Games 2011, di Palembang dan Jakarta, akan dapat bonus tambahan dari KONI setempat.
Sukses jadi tuan rumah SEA Games XXVI, Provinsi Sumsel juga menyatakan siap jadi penyelenggara Asian Games 2018.
Anneke Feinya Agustin/Nitya Krishinda Maheswari yang baru saja menjuarai ganda puteri SEA Games XXVI tersingkir di babak pertama China Terbuka.

Peraih dua medali emas SEA Games XXVI asal Jawa Tengah, Agus Prayogo, tidak terlalu berharap tampil pada Olimpiade 2011 di London, Inggris.
Setelah mengalahkan Indonesia dalam laga final SEA Games XXVI cabang sepak bola, Senin lalu, timnas Malaysia mengantongi bonus Rp 85,5 juta.

PSSI akan melaporkan wasit yang memimpin pertandingan final cabang sepak bola SEA Games XXVI kepada FIFA dan AFC.

Anak keempat dari lima bersaudara ini awalnya terjun di dunia persepedaan setelah mengenal sepeda ria alias fun bike.

Gemuruh tepuk tangan masyarakat Indonesia baik di Jakarta maupun Palembang saat nama Indonesia diumumkan sebagai Juara Umum SEA Games XXVI.