Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 16:09 WIB
Pacquiao Siap Tempur Hadapi Cotto
A. Tjahjo Sasongko | cay | Jumat, 13 November 2009 | 15:50 WIB
|
Share:

LAS VEGAS, KOMPAS.com — Pelatih Manny Pacquaio, Freddie Roach, mengatakan, petinju Filipina tersebut kini dalam kondisi terbaiknya dan diramalkan bakal mampu memukul roboh Miguel Cotto untuk merebut gelar juara kelas welter WBO, Sabtu (Minggu WIB).
   
"Pekan ini, dia dalam kondisi yang paling tajam yang pernah saya lihat selama hidup saya," katanya kepada wartawan di MGM Grand, Kamis (Jumat WIB). "Kami melakukan latihan hari Selasa, dan ia membuat gerakan sebelum saya mengatakan sesuatu kepadanya," katanya.
  
Roach yakin, kecepatan tangan dan kaki petinju akan menjadi faktor penting dalam pertandingan di MGM Grand Garden nanti. "Kecepatan Manny begitu efektif. Kami akan mendikte pertarungan. Saya menghormati Miguel, tapi ia akan roboh kali ini," kata Roach.

Menanggapi ungkapan tersebut, Pelatih Miguel Cotto, Jos Santiago, mengatakan bahwa petinjunya bakal mengontrol tempo pada pertarungan yang dijadwalkan sebanyak 12 ronde itu. "Harus. Kita harus memutuskan, apa yang perlu diatur di ring, mulai dari awal. Kami akan mendikte tempo pertarungan," kata Santiago.
  
Santiago meramalkan, Cotto akan dapat mengimbangi kecepatan Pacquiao, seperti ketika petinju Puerto Riko ini menang atas Zab Judah dan Shane Mosley pada tahun 2007. "Ia menunjukkan kepada kami bahwa ia mampu mengatasi kecepatan lawan ketika melawan Judah dan Mosley," tambahnya.

Dalam pasar taruhan di Las Vegas, Pacquiao lebih diunggulkan 3-1 ketimbang Cotto. "Saya tidak mengerti, mengapa Pacquiao lebih difavoritkan. Lihat, pada siapa saja kami sudah bertarung, lalu dengan siapa saja ia bertarung. Ia bertarung dengan sejumlah petinju yang prestasinya sudah menurun," kata Santiago.

Di lain pihak, Roach yakin bahwa performa Cotto sebenarnya mulai menurun, terutama setelah ia kalah TKO dari Antonio Margario pada Juli 2008. "Menurut saya, ia sudah menurun sejak pertarungan lawan Margarito. Ada perbedaan antara sebelum dan sesudah pertarungan tersebut," katanya. "Saat kita menjadi juara dunia yang tak terkalahkan, lalu tiba-tiba kalah untuk pertama kalinya, hal itu akan memberi pengaruh," tambahnya.
  
Namun, Roach mengakui bahwa Cotto masih merupakan lawan yang berbahaya. Oleh sebab itu, ia dan Pacquiao telah membuat strategi khusus untuk menghindari hook kiri Cotto. (Rtr/Ant)


Capello: Saya Mundur Karena Kesalahpahaman

Fabio Capello membantah bahwa keputusannya mundur dari jabatan manajer timnas Inggris sebagai bentuk melarikan diri dari tekanan.

SEE MORE