HONGKONG, KOMPAS.com — Ganda campuran nomor satu Indonesia, Nova Widianto/Liliyana Natsir, harus berjuang ekstra keras selama 57 menit untuk meraih tiket perempat final Hongkong Terbuka Super Series. Melawan pasangan Korea Selatan, Ko Sung Hyun/Ha Jung Eun, pasangan pelatnas Cipayung yang merupakan unggulan ketiga ini dipaksa bermain tiga set sebelum menang 21-19, 23-25, dan 21-17.
Di babak delapan besar, Jumat (13/11), Nova/Liliyana yang baru saja menjadi juara di Perancis Terbuka Super Series ini akan bertemu lawan yang lebih berat lagi, yaitu He Hanbin/Yu Yang. Pasangan China yang merupakan unggulan kelima ini lolos setelah menang 21-14, 18-21, dan 21-14 atas pemain Singapura, Chayut Triyachart/Yao Lei.
Dengan demikian, Indonesia meloloskan tiga ganda campuran ke babak perempat final karena dua tiket sudah lebih dulu disegel oleh pasangan muda pelatnas, Fran Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet, yang membuat kejutan setelah menyingkirkan juara Olimpiade Beijing 2008, Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung, serta mantan pasangan pelatnas, Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa (unggulan 7).
Sayang, Fran/Pia sudah harus bentrok dengan Hendra AG/Vita untuk memperebutkan tiket ke semifinal, yang artinya satu tiket babak empat besar sudah pasti jatuh ke tangan wakil Indonesia. "Perang saudara" ini akan berlanjut di semifinal, jika besok Nova/Liliyana menang atas pasangan China tersebut.
Dalam pertarungan di Queen Elizabeth Stadium, Kamis (12/11), Nova/Liliyana mendapat perlawanan yang gigih sehingga pertandingan berlangsung alot. Di set pertama, peraih medali perak Olimpiade Beijing ini sempat jauh tertinggal sejak Ko/Ha langsung unggul 6-0.
Namun, pengalaman dan mental yang kuat membuat Nova/Liliyana secara perlahan bisa mengejar. Seusai tertinggal 10-15, pasangan nomor tiga dunia ini meraup enam poin secara beruntun sehingga balik memimpin 16-15, sampai berhasil menjadi pemenang dengan skor 21-19.
Di awal set kedua, Nova/Liliyana mengontrol jalannya pertandingan sehingga terus memimpin perolehan poin. Akan tetapi setelah unggul 14-12, pasangan Indonesia ini tak bisa mengembangkan permainan sehingga lawan bisa mengejar dan balik memimpin 16-14 hingga meraih match point, 20-18. Di angka kritis ini, Nova/Liliyana bisa bangkit dan mengejar untuk memaksa deuce. Sayang, setelah tiga kali mendapat match point, Nova/Liliyana tidak bisa memenangkannya, sampai akhirnya lawan menang dengan skor 25-23, sekaligus memaksa rubber game.
Pada set penentuan, Nova/Liliyana tampaknya akan dengan mudah menang karena mereka langsung melejit untuk unggul 4-0. Namun, lagi-lagi perolehan poin tersendat karena, setelah unggul 10-7, pasangan Korsel yang balik memberikan tekanan sehingga bisa menyamakannya menjadi 10-10.
Nova/Liliyana pun kembali mendapat tekanan karena Ko/Ha terus menguntit. Namun, pengalaman dan mental tampaknya menjadi faktor kekuatan Nova/Liliyana karena, setelah terjadi pertarungan ketat sampai skor 15-15, mereka bisa menjauh dengan raihan tiga poin secara beruntun sampai akhirnya menang 21-17 dan lolos ke perempat final.

Redknapp Tak Akan Abaikan "The Three Lions"
Harry Redknapp mengaku akan mempertimbangkan tawaran melatih tim nasional Inggris, jika FA menawarkan posisi itu kepadanya.

