KOMPAS
Minggu, 21 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Sejarah Besar Menanti Pacquiao
Kamis, 12 November 2009 | 17:20 WIB

LAS VEGAS, KOMPAS.com — Sejarah besar menanti Manny Pacquiao jika akhir pekan ini mampu meraih kemenangan atas Miguel Cotto dalam duel perebutan gelar juara dunia kelas welter WBO. Sebab, Pacquiao, yang disebut-sebut sebagai petinju antarkelas terbaik dunia, akan meraih gelar juara dunia ketujuh di tujuh kelas berbeda.

Menurut rencana, "Pacman" akan menantang Cotto di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, Sabtu (14/11) atau Minggu pagi WIB. Petinju dari General Santos City, Filipina, ini lebih diunggulkan untuk menjadi pemenang.

"Jika saya memenangi pertarungan nanti, maka itu akan menjadi sejarah bagi tinju dan bagi Filipina," kata Pacquaio yang mencatat rekor 49-3-2 (37 KO), Rabu (11/11) waktu setempat.

Petinju Filipina tersebut baru-baru ini memenangi gelar kelas welter ringan IBO, setelah mengalahkan Ricky Hatton dari Inggris, Mei lalu. Sebelumnya, ia memegang sabuk gelar kelas terbang, super-bantam, bulu, super-bulu, dan ringan.

Prestasi itu merupakan proses luar biasa yang dicatat petinju yang memulai kariernya di berat 105 pon, atau 40 pon lebih ringan dibanding bobotnya untuk pertandingan Sabtu ini.

"Saya tidak percaya sekarang ada di kelas welter. Saya hanya bersyukur kepada Tuhan atas segala yang Dia berikan kepada saya," kata Pacquaio, yang menyadari bahwa Cotto dengan kekuatan lebihnya akan menjadi lawan berat baginya.

"Ini pertarungan penting dalam karier saya. Ia (Cotto) merasa lebih kuat dan lebih besar dari saya, dan saya sendiri tentu yakin pada diri sendiri," tambahnya.

Sementara itu, Bob Arum selaku promotor Pacquiao mengatakan, petinjunya kini makin populer terutama setelah mengalahkan Hatton dan sebelumnya Oscar De La Hoya. Pria Filipina itu muncul di majalah Time bulan ini, dan menurut Arum, Pacquaio akan selalu menjadi "juara milik rakyat" karena kepribadiannya.

"Banyak petinju meraih sukses, kemudian menjadi sombong dan jauh dari orang-orang. Namun, Manny tetap sebagai orang yang rendah hati seperti biasanya," kata Arum.

Pacquiao mendapat dukungan dari negaranya dan juga para penggemar tinju pada umumnya.

"Saya bertinju untuk rakyat Filipina, tapi saya juga bertinju untuk orang-orang yang menggemari olahraga ini, yang menginginkan pertarungan yang menarik," kata petinju berusia 30 tahun itu.

Editor: lou   |   Sumber : ANT Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.