Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 09:04 WIB
Lin Dan Mundur, Sony tak Peras Keringat
Aloysius Gonsaga AE | lou | Senin, 9 November 2009 | 23:55 WIB
|
Share:

JAKARTA, Kompas.com - Sony Dwi Kuncoro tak perlu memeras keringat untuk meruntuhkan tembok China yang bernama Lin Dan, pada putaran pertama Hongkong Terbuka Super Series. Pasalnya, pemain nomor satu China yang menjadi unggulan kedua di turnamen berhadiah 250.000 dollar AS ini mundur, sehingga Sony melenggang ke putaran kedua, menunggu pemenang antara pemain Malaysia Wong Choong Hann dan pemain Jepang, Kenichi Tago.

Berdasarkan hasil undian, Sony yang tidak diunggulkan di turnamen ini langsung bertemu Lin Dan dalam laga perdananya, Selasa (10/11), di Queen Elizabeth Stadium. Tetapi, Lin Dan yang sejak 2005 hingga 2007 menjadi juara--tahun lalu dia kalah dari Chen Jin di final--terpaksa menarik diri sehingga Sony menang walkover (WO).

Ini berarti, satu rintangan terberat sudah berhasil dilewati Sony, karena peraih medali emas Olimpiade Beijing tersebut merupakan batu karang yang sangat sulit dihancurkannya dalam beberapa usahanya. Dengan demikian, Sony bisa berkonsentrasi menghadapi pertandingan babak kedua, dan siap-siap bertemu unggulan keenam dari Korea Selatan, Park Sung Hwan, yang difavoritkan lolos ke perempat final.

Sementara itu, ada tiga pemain lain dari Tanah Air yang harus berjuang di hari pertama. Mereka adalah Taufik Hidayat, Simon Santoso dan Andre Kurniawan Tedjono. Masih ada satu tunggal putra yang harus melewati babak kualifikasi, yaitu Dionysius Hayom Rumbaka. Pemain dari PB Djarum Kudus (rekan seklub Andre Kurniawan) ini mesti bisa mengalahkan pemain andalan Republik Ceko, Petr Koukal, jika ingin berdampingan dengan tiga kompatriotnya tersebut.

Taufik yang merupakan unggulan kelima, berpeluang besar maju ke putaran kedua, karena dia "hanya" bertemu pemain non-unggulan dari Belanda, Eric Pang. Langkah serupa juga bisa dicatat Simon Santoso, karena pemain Pelatnas Cipayung ini, yang bulan lalu menjadi juara Denmark Terbuka Super Series, ditantang pemain kualifikasi asal Malaysia, Lee Tsun Seng.

Sayang, jika sama-sama lolos maka Taufik dan Simon harus bertemu di babak kedua untuk memperebutkan tiket ke perempat final.

Langkah yang berat juga harus dilewati Andre Kurniawan (serta Dionysius jika lolos ke babak utama). Berdasarkan hasil undian, Andre Kurniawan yang prestasinya agak redup, sudah harus melawan unggulan ketujuh dari Vietnam, Nguyen Tien Minh. Sementara itu, jika melewati adangan Koukal, Dionysius pun langsung bertemu unggulan kedelapan dari Thailand, Boonsak Ponsana.

Dari sektor tunggal putri, tiga wakil Indonesia yang langsung tampil di babak utama menghadapi lawan-lawan sulit. Adriyanti Firdasari yang berada di jalur penuh batu sehingga tantangannya paling berat, karena di babak pertama dua sudah harus bertemu pemain tangguh dari China, Wang Xin. Jika berhasil melewatinya, Firdasari kemungkinan besar menantang unggulan kedua dari Hongkong, Zhou Mi.

Setali tiga uang, duo Maria juga berada di jalur sulit meskipun tak seberat Firdasari. Maria Kristin yang absen dalam tiga super series terakhir, akan mengawali perjuangannya melawan pemain Thailand, Salakjit Ponsana. Jika berhasil melewatinya, Maria Kristin berpeluang besar bertemu unggulan keenam dari China, Jiang Yanjiao.

Sedangkan Maria Febe lebih dulu bertarung dengan pemain non-unggulan dari Singapura, Xing Aiying. Peluang pemain PB Djarum Kudus ini untuk maju ke putaran kedua cukup besar. Tetapi di babak kedua nanti, lagi-lagi pemain China bakal jadi penghalang karena perempatfinalis Indonesia Terbuka Super Series ini kemungkinan besar bertemu unggulan ketujuh, Lu Lan.

Ganda putra langsung bentrok antar-sesama pasangan Indonesia

Persaingan di sektor ganda putra pada turnamen kali ini bakal lebih sengit. Pasalnya, pasangan nomor satu Korea Selatan yang bulan Juni lalu menjadi juara Indonesia Terbuka, Jung Jae Sung/Lee Yong Dae, kembali ambil bagian setelah absen di tiga super series terakhir. Unggulan ketiga yang berstatus juara bertahan ini langsung lolos ke babak kedua, karena pasangan China yang merupakan calon lawannya di babak pertama, Guo Zhendong/Xu Chen, mundur.

Dengan demikian, tantangan bagi para pemain Indonesia bakal lebih besar lagi, terutama bagi unggulan utama Markis Kido/Hendra Setiawan, yang dalam dua bulan terakhir sudah meraih gelar di Jepang Terbuka dan Perancis Terbuka.

Hanya saja, perjalanan para pemain Indonesia di turnamen ini langsung diawali dengan bentrokan antar-sesama pemain. Pasangan Pelatnas Muhammad Ahsan/Bona Septano, sudah harus bertemu senior mereka yang dulu pernah di Pelatnas, Alven Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan (unggulan 6).

Sementara itu, Kido/Hendra, yang menjadi juara di sini pada tahun 2006 dan 2007, akan bertemu pasangan Taiwan Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu. Jika lolos, di babak kedua nanti pasangan nomor satu dunia ini kemungkinan besar bertemu pasangan senior Tanah Air, Flandy Limpele/Candra Wijaya, yang di babak pertama ditantang pasangan Korea Cho Gun Woo/Shin Baek Cheol.

Finalis Jepang Terbuka, Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, juga harus melewati jalan yang terjal jika ingin meraih sukses. Di babak pertama, pasangan Pelatnas ini menghadapi lawan yang mudah, karena bertemu pasangan Taiwan Chen Hung Ling/Lin Yun Lang. Tapi di babak kedua, mereka hampir pasti bertemu unggulan kedua dari Malaysia, Koo Kien Keat/Tan Boon Heong, yang lebih dulu ditantang pasangan Amerika Serikat Howard Bach/Tony Gunawan.

Di sektor ganda campuran, Nova Widianto/Liliyana Natsir yang tahun 2007 menjadi juara di sini, langsung bertemu pasangan China, Chen Zhiben/Zhao Yunlei. Meskipun tak diunggulkan, tapi Nova/Liliyana yang akhir bulan lalu menjadi juara Perancis Terbuka harus mewaspadai pasangan China tersebut, karena punya potensi untuk menjegalnya.

Pada super series yang sekarang, Indonesia tidak menurunkan wakil di sektor ganda putri. Hanya mantan pemain Pelatnas, Vita Marissa, yang ambil bagian, berpasangan dengan pemain Amerika Serikat Mona Santoso. Mereka akan mengawali perjuangannya melawan unggulan kedua dari China, Cheng Shu/Zhao Yunlei.

- Daftar unggulan

Tunggal putra
1. Lee Chong Wei (Malaysia)
2. Lin Dan (China)
3. Peter Hoeg Gade (Denmark)
4. Chen Jin (China)
5. Taufik Hidayat (Indonesia)
6. Park Sung Hwan (Korsel)
7. Nguyen Tien Minh (Vietnam)
8. Boonsak Ponsana (Thailand)

Ganda putra
1. Markis Kido/Hendra Setiawan (Indonesia)
2. Koo Kien Keat/Tan Boon Heong (Malaysia)
3. Jung Jae Sung/Lee Yong Dae (Korsel)
4. Cai Yun/Fu Haifeng (China)
5. Abdul Latif Mohd Zakry/Mohd Tazari Mohd Fairuzizuan (Malaysia)
6. Alven Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan (Indonesia)
7. Lars Paaske/Jonas Rasmussen (Denmark)
8. Choong Tan Fook/Lee Wan Wah (Malaysia)

Tunggal putri
1. Wang Lin (China)
2. Zhou Mi (Hongkong)
3. Wang Yihan (China)
4. Tine Rasmussen (Denmark)
5. Pi Hongyan (Perancis)
6. Jiang Yanjiao (China)
7. Lu Lan (China)
8. Saina Nehwal (India)

Ganda putri
1. Chin Eei Hui/Wong Pei Tty (Malaysia)
2. Cheng Shu/Zhao Yunlei (China)
3. Du Jing/Yu Yang (China)
4. Ma Jin/Wang Xiaoli (China)
5. Ha Jung Eun/Lee Kyung Won (Korsel)
6. Tian Qing/Zhang Yawen (China)
7. Chien Yu Chin/Wang Pei Rong (Taiwan)
8. Kim Min Jung/Park Sun Young (Korsel)

Ganda campuran
1. Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (Korsel)
2. Zheng Bo/Ma Jin (China)
3. Nova Widianto/Liliyana Natsir (Indonesia)
4. Thomas Laybourn/Juhl Kamilla Rytter (Denmark)
5. He Hanbin/Yu Yang (China)
6. Nielsen Joachim Fischer/Christinna Pedersen (Denmark)
7. Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa (Indonesia)
8. Diju Valiyaveetil/Jwala Gutta (India)

Sumber :

Capello: Saya Mundur Karena Kesalahpahaman

Fabio Capello membantah bahwa keputusannya mundur dari jabatan manajer timnas Inggris sebagai bentuk melarikan diri dari tekanan.

SEE MORE