NUREMBERG, Kompas.com - David Haye mewujudkan impiannya untuk merengkuh gelar juara dunia kelas berat WBA. Dalam partai perebutan gelar tersebut di Nuremberg, Sabtu (7/11) atau Minggu dinihari WIB, Haye menang angka atas sang juara bertahan, Nikolai Valuev.
Dengan demikian, Haye menjadi petinju Inggris pertama yang merengkuh sukses di kelas berat, sejak Lennox Lewis pensiun enam tahun lalu. Ini merupakan prestasi yang sangat bagus, meskipun dia tak mampu merealisasikan tekadnya untuk menjatuhkan "sang raksasa" dari Rusia tersebut.
Meskipun postur nyaris tak sebanding karena Valuev lebih tinggi 23 cm dan lebih berat 40 kg dari dirinya--Valuev memiliki tinggi badan 2,13 meter dan bobot 145 kilogram--, Haye tetap percaya diri. Nyali petinju yang naik dari kelas penjelajah ke kelas berat ini tak ciut sehingga dia justru membuat Valuev kesulitan.
Alhasil, dengan pengalaman yang minim di kelas berat, dia bisa memberikan perlawanan hingga ronde terakhir dan keluar sebagai pemenang meskipun perbedaan poinnya tipis. Dari tiga hakim yang memberikan penilain, dua orang memberikan poin 116-112 dan hakim ketiga menyatakan imbang 114-114.
Hasil ini membuat Haye yang sudah 25 kali bertanding mempertajam rekor bertandingnya menjadi 24-1-0 (21 KO)--sebagian besar di kelas penjelajah. Sedangkan Valuev yang sudah 53 kali naik ring, terpaksa mengenyam kekalahan kedua sejak ditaklukkan Ruslan Chagaev pada April 2007 dan rekornya menjadi 50-2-0 (34 KO) dan 1 kali no contest.
