Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 05:55 WIB
Rezai Buktikan Kekuatan Mental
Laksono Hari Wiwoho | lhw | Kamis, 5 November 2009 | 19:21 WIB
|
Share:

NUSA DUA, KOMPAS.com - Petenis Perancis Aravane Rezai mengakui bahwa mentalnya sempat jatuh saat Melinda Czink hampir mengalahkannya di set kedua penyisihan grup di turnamen tenis di Nusa Dua, Bali. Namun, tekadnya yang kuat untuk menang membuatnya berhasil mengejar ketinggalan dan berbalik menang sekaligus memastikan diri lolos ke semifinal.

Dalam laga tersebut, Rezai mampu bangkit dari ketinggalan 0-2 di set pertama. Petenis 22 tahun itu bahkan hampir kalah di set kedua dan tertinggal 1-5. Rezai kemudian teringat akan pesan ayah sekaligus pelatihnya untuk terus berjuang mempertahankan setiap poin dan akhirnya berhasil menyusul tanpa tie-break.

"Mental saya jatuh dan berat bagi saya untuk terus menyerang di awal set kedua karena dia memukul bola dengan keras dan supaya bisa maju ke net, sangat agresif," kata Rezai usai kemenangan 6-3, 7-5, atas Czink.

"Tapi saya pikir, dalam penyisihan grup, setiap game sangat penting. Karena itu saya lebih baik menyerang dan saya tanpa beban karena lebih baik kalah dengan banyak poin daripada kalah 6-1. Jadi saya terus menyerang," tambah ranking 44 WTA itu.

Bukan sekali ini saja Rezai ketangguhan mentalnya. Di pertandingan sebelumnya, lawan unggulan keempat Sabin Lisicki, petenis keturunan Iran-Perancis itu juga sempat kalah 1-6 di set pertama. Ia kemudian melakukan perlawanan dan berhasil merebut kemenangan 6-3, 6-4 di dua set berikutnya. "Jika kita terus menyerang, semuanya akan berubah. Saya menjadi lebih kuat dan akhirnya menang," tegasnya.

Rezai kini tinggal menunggu lawan yang akan dihadapinya di final, Sabtu (7/8). Besok ia akan istirahat dan jika memungkinkan, katanya, "Saya mungkin akan ke pantai, tergantung pelatih."


Capello: Saya Mundur Karena Kesalahpahaman

Fabio Capello membantah bahwa keputusannya mundur dari jabatan manajer timnas Inggris sebagai bentuk melarikan diri dari tekanan.

SEE MORE