JAKARTA, Kompas.com - Tiga petenis putri Indonesia, Lavinia Tananta, Romana Tedjakusuma dan Jessy Rompies, maju ke babak ketiga Turnamen Kuching Open di Malaysia. Dalam pertandingan yang berlangsung Kamis (5/11), mereka menaklukkan lawan-lawannya.
Lavinia yang menempati unggulan pertama menang mudah 6-1, 6-1 atas petenis Korsel Kim Jung-Eun. Selanjutnya, di perempat final Lavinia akan berhadapan petenis Korsel lainnya Han Na-Lae, yang menyisihkan petenis India Ashmitha Easwaramurthi 6-1, 6-2.
Sementara itu Romana yang menempati unggulan keempat menang atas petenis Malaysia Jawairiah Noordin 6-3, 7-5. Berikutnya Romana akan berhadapan petenis Thailand Nicha Lertpitaksinchai, yang menyisihkan petenis Vietnam Trang Huynh Phuong Dai 6-1, 6-3.
Bila Lavinia dan Romana sama-sama mencapai kemenangan di babak ketiga, maka mereka akan saling berhadapan di semifinal turnamen berhadiah 10.000 dollar AS ini.
Unggulan kedua, Jessy, harus berjuang rubber set untuk menyisihkan petenis Belgia Gally De Wael yang berkesudahan 4-6, 7-6(4), 6-4. Di babak ketiga Jessy akan berhadapan petenis Korsel Han Sung-Hee yang menundukkan unggulan kedelapan Shivika Burman (India) 6-2, 2-6, 6-2.
Perempat final lainnya akan mempertemukan unggulan ketiga Mi Yoo (Korsel) dengan rekan senegaranya Kang Seo-Kyung (unggulan ketujuh). Mi Yoo menundukkan Wang Dan Ni (China) 6-1, 6-0, sedangkan Kang menundukkan Lee Ji Hee (Korsel) 6-1, 7-5.
Di ganda, dua pasangan Indonesia Lavinia/Romana dan Beatrice/Jessy melangkah ke semifinal. Lavinia/Romana yang menempati unggulan pertama menundukkan De Wael/Easwaramurthi (India) 6-3, 6-0.
Di semifinal Lavinia/Romana akan berhadapan Lertpitaksinchai/Mahajaroenkul (Thailand) yang menyisihkan unggulan ketiga Burman/Solanki (India) 6-2, 1-6 (10-7).
Sementara unggulan kedua Beatrice/Jessy menundukkan Kim/You (Korsel) 6-1, 6-2. Di semifinal mereka berhadapan unggulan keempat Han/Kang yang menundukkan Batra/Wang (India/China) 6-1, 6-1.

Capello: Saya Mundur Karena Kesalahpahaman
Fabio Capello membantah bahwa keputusannya mundur dari jabatan manajer timnas Inggris sebagai bentuk melarikan diri dari tekanan.

