Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 07:28 WIB
Brawn: Raikkonen Terlalu Mahal!
Aloysius Gonsaga AE | lou | Rabu, 4 November 2009 | 18:16 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Ternyata Brawn GP juga sempat punya minat untuk menggaet Kimi Raikkonen, setelah mantan juara dunia Formula 1 2007 itu dipastikan hengkang dari Ferrari. Akan tetapi, bos Brawn GP, Ross Brawn, mengakui bahwa harga pebalap asal Finlandia itu terlalu mahal sehingga mereka akhirnya melupakan keinginan untuk membangun the dream team pada musim 2010.

Memang, Brawn tak memiliki dana yang besar untuk merekrut Raikkonen. Apalagi, Jenson Button yang baru saja menyabet gelar juara dunia 2009 meminta kenaikan gaji. Tak pelak, keinginan pebalap berusia 29 tahun asal Inggris itu membuat Brawn harus sangat selektif memilih siapa yang akan menjadi tandemnya pada musim mendatang.

Menurut Brawn, Raikkonen, yang berpeluang besar kembali bergabung dengan McLaren dan menjadi tandem Lewis Hamilton, meminta harga yang sangat tinggi. Permintaan itu untuk mengantisipasi jika uang kompensasi yang diminta kepada Ferrari tidak terpenuhi—diperkirakan Raikkonen meminta Ferrari harus membayar 25 juta euro (sekitar Rp 351,031 miliar) sebagai bentuk pemutusan kontrak yang seharusnya berakhir 2010.

"Terlalu mahal. Manajemennya meminta tinggi karena untuk mengantisipasi jika kompensasi Ferrari tidak terpenuhi," ungkap Brawn kepada Auto Motor und Sport, ketika ditanya tentang kemungkinan timnya menggaet "The Iceman".

Sementara itu, muncul laporan dari media-media di Finlandia yang menyebutkan bahwa Raikkonen hampir dekat dengan McLaren. Disebutkan, manajemen pebalap berusia 30 tahun tersebut sedang membicarakan dan mempelajari detail kontrak untuk musim 2010, termasuk klausul tentang Raikkonen bisa ikut reli.

"Saya memiliki banyak pilihan dan saya masih ingin berada di sini (F1), tetapi segalanya perlu kesempurnaan. Saya tidak memiliki alasan untuk melakukan kontrak, jika saya tidak merasa 100 persen bahagia dengan itu," ungkap Raikkonen di Abu Dhabi.

Sumber :
worldcarfans