MIAMI, Kompas.com - Dua petenis utama dunia, Roger Federer dan Rafael Nadal menganggap Andre Agassi berusaha menghancurkan reputasi olah raga tenis dengan mengaku mengonsumsi obat terlarang.
Dalam buku otobiografinya, "Open," Agassi yang pernah meraih gelar juara di empat turnamen grand slam mengaku mengonsumsi obat terlarang pada 1997 dan berbohong saat melakukan tes. "Bagi saya ini mengerikan," kata Nadal di Madrid, Kamis. "Mengapa ia harus mengatakan hal tersebut saat ia sudah tidak lagi bermain? Ini satu cara menghancurkan olah raga (tenis). Saya yakin ini olah raga yang bersih dan saya merupakan orang yang paling menginginkannya."
"Orang-orang yag curang seharusnya dihukum dan jika Agassi merupakan seorang yang curang, ia seharusnya dihukum," lanjut Nadal.
Petenis utama dunia, Roger Federer juga menyesali apa yang dilakukan Agassi. "Saya kaget saat mendengar berita ini," kata Federer. Saya harap tidak akan ada lagi kasus seperti ini di masa depan dan olah raga ini harus bersih dari hal-hal seperti ini."
Namun Agassi tetap mendapat dukungan dari petenis senegaranya, Andy Roddick. Ia mengaku kekagumannya kepada Agaisi tidak akan luntur dengan pengakuan petenis veteran tersebut. "Andre akan selalu menjadi idola saya. Saya akan menilainya sesuai perilakunya terhadap saya dan bagaimana ia telah mengubah dunia (tenis) ini menjadi lebih baik."
