JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PBVSI Heyzer Harsono mengatakan, tim nasional bola voli putra mendapat undangan tampil di Dubai Terbuka di Abu Dhabi, 24-28 Oktober. Ini termasuk salah satu penghargaan bagi tim voli putra yang cukup berprestasi pada Kejuaraan Asia.
"Menempati urutan enam besar di Kejuaraan Asia membuat pamor tim nasional bola voli putra terangkat. Semua itu terpantau saat mendapat undangan tampil di Dubai Terbuka," ujar Heyzer Harsono.
Turnamen di Dubai, katanya, dapat dijadikan sebagai ajang uji coba bagi Didi Irwadi dan kawan-kawan untuk meningkatkan prestasi yang dimiliki sebelum tampil di SEA Games XXV Laos, Desember.
Pemain bola voli putra terjaring masuk PAL. Dengan begitu, ketentuan uji coba minimal tampil di kejuaraan Asia. Sedangkan di Abu Dhabi nanti levelnya sudah mencapai dunia karena peserta yang diundang ada yang datang dari Brasil, Jerman, dan Belanda, selain tim-tim dari kawasan Asia.
Turun di Abu Dhabi, katanya, merupakan suatu kesempatan yang berharga sehingga PP PBVSI tidak perlu mencari tempat untuk melakukan uji coba tim nasional setelah memenuhi target masuk enam besar Asia di Filipina.
"Kami sempat tanda tanya, mau dikirim ke mana lagi timnas putra setelah meraih sukses di Filipina. Namun, tampaknya pucuk dicinta ulam tiba, ketika mendapat undangan tampil di Dubai Terbuka," jelas Heyzer lagi.
Meski dikirim ke Dubai Terbuka, PP PBVSI sudah mengantongi 12 nama yang akan diusulkan ke KONI/KOI sebagai persyaratan entry form by name, 19 Oktober. Sedangkan jumlah pemain yang akan bertolak ke Abu Dhabi pada 22 Oktober masih berjumlah 15 orang.
Pemain yang ditempa dalam PAL diberi kesempatan tampil di Abu Dhabi. Begitu juga tiga pemain yang tidak terpilih masuk tim inti SEA Games XXV sekalipun. Semua itu dapat dijadikan hadiah atau penghargaan sebelum mereka dipulangkan ke daerahnya masing-masing.
Diperkirakan, pemain yang masuk daftar tim inti SEA Games adalah Didi Irwadi, Fadlan Abdul Karim, I Nyoman Rudi Tirtana, Riviansyah, Andri W, Affan Priyo Wicaksono, Ayip Rizal, Joni Sugiatno, dan Bagus Wahyu Ardianto.

