Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 19:36 WIB
Underdog, Malang Rebut Emas
Maria Serenade Sinurat | hertanto | Kamis, 8 Oktober 2009 | 10:02 WIB
|
Share:

MALANG, KOMPAS.com - Tim bulutangkis Kota Malang yang sebelumnya tidak diunggulkan akhirnya merebut emas nomor beregu putri dengan menaklukkan Kota Kediri dengan skor 2-0 pada final di GOR Master, Rabu (7/10).

Kemenangan Kota Malang dipersembahkan tunggal putri One Liseptian Kurnia Putri yang menundukkan Aan Dwi Cahyanti dalam rubber set, 17-21, 21-8, dan 21-14, serta Delis Yuliana yang mengalahkan Triwulan Kartikasari dua set langsung, 21-15 dan 21-18.

"Kami merasa puas, sebagai tim underdog justru bisa membawa emas, padahal saya hanya berani semi final," kata pelatih bulu tangkis Kota Malang, Alexander Tamtomo, kemarin.

Alexander mengatakan, awalnya dia tidak berani berharap di sektor putra, karena harus berhadapan dengan Kota Kediri dan Surabaya yang memiliki tradisi pembinaan bulutangkis yang mengakar.

"Selain itu, tim baru memulai latihan terjadwal selama seminggu. Persiapan tiga bulan tapi untuk serius dan terjadwal mungkin satu minggu terakhir," ujar Alexander.

Beruntung pula Kota Malang memiliki Delis Yuliana yang mencicipi pembinaan di klub Djarum. "Selain gesit, Delis punya daya tahan dan kekuatan besar ketika men-smash. Tekanannya cukup besar, tapi alhamdulillah bisa menang," ucapnya.

Sayangnya, kontingen Malang gagal merebut emas dari beregu putra. Pada final kemarin, Malang takluk 0-3 dari Kota Surabaya. Bagi Surabaya, hasil ini mengokohkan tradisi emas mereka di bidang bulutangkis. Pemain-pemain Kota Malang juga banyak yang bergabung dengan klub-klub di Surabaya.

Hasil ini bagi Ketua Umum Pengkot PBSI Surabaya, Abdul Chodir, bisa menjadi modal untuk menjalani babak perorangan yang sudah dimulai kemarin. Adapun Surabaya menargetkan empat emas dari cabang tepok bulu ini.

"Target kami empat emas, tapi ini bisa jadi pembuka yang baik bagi anak-anak," kata Chodir.