Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 03:08 WIB
Button: Saya tak Ingin Memaksakan Diri!
Aloysius Gonsaga AE | Rabu, 30 September 2009 | 00:05 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Jenson Button sudah berada di jalur juara dunia Formula 1 (F1) 2009. Pebalap Inggris ini sudah mengumpulkan total 84 angka dan untuk sementara unggul 15 poin atas rival sekaligus rekan setimnya di Brawn GP, Rubens Barrichello.

Dengan sisa tiga seri, Button hanya perlu minimal lima poin di depan Barrichello untuk merengkuh gelar pertama dalam kariernya di F1. Nah, itu (gelar juara,red) bisa dia pastikan pada akhir pekan ini di Suzuka, Jepang, apabila berhasil mengungguli Barrichello dan memperoleh lebih banyak lima poin.

Namun Button tak ingin gegabah. Pebalap berusia 29 tahun tersebut mengatakan, pada GP Jepang akhir pekan ini dia akan tampil normal dan tidak mau mengambil risiko dengan memaksakan diri untuk memastikan diri menjadi juara dunia di sana.

"Ini balapan yang lain," ungkap Button, yang pekan lalu di GP Singapura finis di urutan lima. "Orang mengatakan bahwa jika saya finis dan meraih lima poin di depan Rubens, maka saya bisa menjadi juara dunia.

"Saya tahu, ini fakta. Tetapi, tujuan saya adalah menjadi juara dunia dan saya tidak ingin mengambil risiko yang besar. Saya hanya ingin membalap seperti biasanya, dan berharap bisa meraih hasil yang baik."

Meskipun demikian, Button, yang tak pernah menang lagi sejak GP Turki pada 7 Juni lalu, cukup optimistis menghadapi balapan di Jepang. Performanya yang bagus saat balapan di Singapura--walaupun kesulitan sepanjang pekan itu (di latihan bebas dan kualifikasi)--membuat dia lebih percaya diri.

"Itu bukan hari terbaikku atau sebagai tim, itu bukan hari terbaik kami. Karena itu, bisa meraih empat poin dan kehilangan satu poin dari Vettel dan bisa lebih satu dari Rubens, membuat saya berpikir itu merupakan akhir pekan yang positif. Pergi ke Jepang, saya sangat antusias dan menantikan akhir pekan yang indah," ungkap Button.

"Saya suka itu. Saya pikir, semua orang suka Suzuka, dan itu masalahnya. Saya harap mereka tidak. Tetapi itu adalah sebuah sirkuit yang saya sudah nikmati pada masa lalu dan tempat di mana saya bisa meraih hasil bagus. Karena itu, menyenangkan kembali ke sana."

Sumber :