KOMPAS
Minggu, 21 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
"Nasib" Renault di Singapura
Laporan wartawan KOMPAS Tomy Trinugroho A.
Minggu, 27 September 2009 | 15:37 WIB

KOMPAS.com — SETAHUN lalu, tim Renault mendapat kegembiraan luar biasa di Singapura. Mereka berhasil memenangi lomba di sirkuit jalan raya negara kota tersebut. Ini merupakan satu-satunya kemenangan mereka sepanjang musim 2008.

Seusai menjadi tim juara dunia pada 2005-2006, Renault terseok-seok sejak 2007. Kemenangan di Singapura pada tahun lalu pun menjadi pemuas dahaga mereka akan kemenangan. 

Persis setahun kemudian, di tempat yang sama, yakni di Singapura, Renault menjalani kisah yang sama sekali berbeda. Menjelang GP Singapura 2009, mereka dihukum percobaan selama dua tahun dicoret dari F1. Maksudnya, jika selama dua tahun ke depan berbuat curang, mereka bakal ditendang dari F1.

Dua mantan petinggi tim Renault dihukum berat. Mantan principal tim Flavio Briatore diasingkan dari semua kegiatan olahraga bermotor FIA untuk batas waktu yang tidak ditentukan. Mantan Engineering Director Pat Symonds juga diasingkan, tetapi dengan jangka waktu lima tahun.

Briatore terbukti memimpin persekongkolan yang mengatur agar Nelson Piquet Jr menabrakkan diri dalam lomba GP Singapura tahun lalu. Situasi ini membantu rekan satu timnya, Fernando Alonso, melejit ke posisi paling depan dan memenangi balapan.

"Nasib malang" yang menghampiri Renault tidak berhenti di situ. Sponsor utama ING menarik diri menjelang GP Singapura 2009. Perusahaan keuangan ING tidak mau citra mereka dikaitkan dengan citra Renault sebagai tim curang. Sebuah sponsor lain juga menarik diri dengan alasan serupa.

Tidak mengherankan, logo ING tidak tertera lagi di mobil Renault dalam GP Singapura. Kerja sama bisnis di antara Renault dan ING telah berakhir.

Sulit bagi Alonso untuk memenangi lomba GP Singapura 2009, jika tidak ada kejadian luar biasa seperti tahun lalu. Ia start di luar tiga besar. Peluang paling besar untuk menang dimiliki pebalap McLaren Lewis Hamilton karena ia menempati posisi pole.

Meski begitu, Hamilton harus menghadapi pebalap Red Bull Sebastian Vettel yang menempati posisi start kedua. Ia siap mengancam Hamilton. Belum lagi ada Nico Rosberg (Williams) yang berada di posisi start ketiga. Tahun lalu Rosberg finis kedua, di belakang Alonso.

Hamilton tampil tidak mengesankan dalam latihan Jumat (25/9). Namun, pada latihan Sabtu (26/9), ia tampil paling kencang. Krunya bekerja keras membangun ulang mobil sepanjang Jumat malam hingga Sabtu pagi sekitar pukul 10.00. Hasilnya, mobil Hamilton lebih seimbang dan enak dikendarai.

Namun, seperti dalam kasus Renault, "nasib" bisa sekonyong-konyong berubah. Balapan selama satu setengah jam di bawah guyuran sinar lampu dapat merubah apa pun. Dalam lomba pada Minggu (27/9) pukul 20.00 waktu setempat atau pukul 19.00 WIB, siapa pun sebenarnya bisa menjadi pemenang.

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.