JAKARTA, KOMPAS.com - Mark Webber sadar, sirkuit di GP Singapura pada akhir pekan ini tidak terlalu cocok untuk Red Bull Racing. Karena itu, pebalap asal Australia tersebut berharap 'dewi fortuna' membantunya, sehingga peruntungannya bagus pada balapan tersebut.
Webber yang saat ini berada di peringkat empat klasemen sementara, tak pernah mendapat poin lagi di tiga balapan terakhir. Ini yang membuat peluangnya untuk mengejar Jenson Button di puncak klasemen semakin kecil, karena mereka terpaut 28,5 poin. Padahal sebelumnya, Webber sempat berada di urutan dua dan memiliki harapan menjadi juara dunia.
Karena balapan tersisa empat seri dan hanya 40 poin maksimal yang bisa diraih, Webber tak lagi berpikir untuk menjadi juara (meskipun secara matematis harapannya tetap ada). Dia hanya ingin bisa meraih hasil maksimal di setiap seri, termasuk akhir pekan nanti di jalanan Singapura.
Tetapi sayang, sirkuit jalanan di "negeri Singa" itu tidak terlalu cocok dengan mobil Red Bull yang dikendarainya. Sebagai pembanding, pada sirkuit serupa (jalanan) di Monaco, Webber hanya bisa mendapat empat poin, dan di Valencia dia malah finis di luar posisi delapan besar.
Karena itu, sangat beralasan jika Webber berharap ada perubahan peruntungan di saat balapan malam hari di Singapura nanti.
"Kami berharap ada sebuah perubahan peruntungan di Singapura, karena sepanjang tahun ini, sirkuit jalanan tidak cocok untuk kami," ungkap Webber lewat situs Red Bull.
"Tahun lalu kami sukses saat balapan malam dan ini merupakan event yang sensasional: atmosfirnya sangat bagus untuk penonton, para pebalap dan fotografer.
"Saya akan berusaha maksimal di sana, apalagi sirkuit di Marina Bay Street itu cukup menantang lantaran agar bergelombang sehingga mobil seperti sedikit menari. Kamu harus berada dalam permainanmu.
"Kami akan berada di bawah cahaya lampu, dan ini merupakan elemen yang saya nikmati. Pada seri ini, mobil kami juga mengalami beberapa perubahan."
