London, Kamis -
Force India yang dimiliki miliarder asal India, Vijay Mallya, mulai mengikuti F1 pada musim lalu. Setelah selalu berada di deret belakang, Force India akhirnya tampil mengejutkan dengan finis kedua serta finis keempat di Belgia dan Italia.
”Vijay melewati semua kritik untuk berada di posisinya sekarang. Finis di depan McLaren menutup mulut para pengkritik,” kata Fernandes, principal tim Lotus, Kamis (17/9).
Selain menjadi sumber inspirasi, kesuksesan tim Force India membuat Fernandes merasa terbantu dalam menjalankan tugasnya kelak. ”Itu memberi saya dukungan saat berkata, ’Ia berhasil, kita pun akan bisa mewujudkannya’,” ujar Fernandes, orang terkaya ke-15 di Malaysia menurut Forbes Malaysia 2009.
Perdana Menteri Malaysia Najib Razak awal pekan ini mengumumkan, perusahaan gabungan antara Pemerintah Malaysia dan swasta bakal menjadi pemilik Lotus. Tim ini menjadi peserta ke-13 F1 musim 2010.
Meski pada masa silam Lotus pernah eksis di kancah F1, tim Lotus yang ada sekarang sebenarnya sama sekali berbeda. Mereka di bawah kendali Pemerintah Malaysia dan Razak berjanji bakal membuat tim itu sebagai ”tim Malaysia”.
Dari semula berbasis di Inggris, tim Lotus bakal dipindah sehingga bermarkas di kawasan Sepang, Malaysia. Menurut Fernandes, kepindahan markas tim dari Eropa ke Asia tidak akan menimbulkan masalah.
Ia mengungkapkan, apa yang menentukan kinerja sebuah tim bukan letak markas tim, melainkan fasilitas yang dimiliki mereka, seperti terowongan angin dan peralatan komputer.
Fernandes yakin, Malaysia
Fernandes, bos maskapai AirAsia, menegaskan, dirinya tidak akan berlama-lama duduk di posisi principal tim. ”Pekerjaan saya adalah di AirAsia. Saya sekarang hanya ingin memastikan bahwa kami (Lotus) berjalan di arah yang benar serta memiliki pemasaran dan rencana strategis yang tepat,” ucapnya.
Ia bakal menjadi principal tim hanya pada beberapa seri pembuka. Setelah itu, posisi principal tim kemungkinan akan dihuni oleh bukan orang Malaysia.
Tim Lotus mengumumkan nama pebalap mereka akhir Oktober. Saat ini ada enam pebalap yang dipertimbangkan, satu di antaranya pebalap Malaysia, Fairuz Fauzy.
