JAKARTA, KOMPAS.com — Flavio Briatore mengemukakan alasan mengapa dia mengambil keputusan untuk meninggalkan Renault. Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya untuk menyelamatkan tim Perancis tersebut, sebelum menghadapi persidangan FIA awal pekan depan, dalam kasus pengaturan hasil balapan di GP Singapura, musim lalu.
Kemarin, pria flamboyan asal Italia tersebut—bersama dengan Direktur Mekanik Pat Symonds—meninggalkan tim yang dia pimpin itu sejak Renault kembali ke Formula 1 pada tahun 2000. Briatore mengatakan, dia merasa berkewajiban untuk keluar dari Renault, dengan harapan agar FIA lebih "berbelaskasihan" saat hearing nanti.
"Saya hanya berusaha untuk menyelamatkan tim. Itu kewajiban saya. Karena alasan itulah, saya harus berakhir di sini," ungkap pebalap yang dua kali membawa Renault menjadi juara konstruktor ini, seperti yang dikutip beberapa surat kabar Inggris.
Keputusan Briatore ini juga mendapat reaksi dari supremo F1, Bernie Ecclestone. Menurutnya, cara Briatore mengakhiri kariernya di F1 sungguh memalukan.
"Kasihan jika Flavio harus mengakhiri kariernya di F1 dengan cara seperti ini," ungkap Ecclestone kepada Daily Mirror. "Kamu sama sekali tidak bisa mempertahankannya. Apa yang dilakukan benar-benar tidak perlu. Kasihan hal ini terjadi."

Capello: Saya Mundur Karena Kesalahpahaman
Fabio Capello membantah bahwa keputusannya mundur dari jabatan manajer timnas Inggris sebagai bentuk melarikan diri dari tekanan.

