Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 02:22 WIB
Rossi: Saya Harus Tingkatkan Kemampuan!
Aloysius Gonsaga AE | Rabu, 9 September 2009 | 23:33 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Valentino Rossi menilai, kemampuannya membalap motor jauh lebih baik dibandingkan ketika pertama kali dirinya menjadi juara dunia MotoGP. Meskipun demikian, "The Doctor" menilai dia harus semakin meningkatkan kemampuan agar bisa menaklukkan para rivalnya yang sekarang.

Saat ini Rossi sedang memimpin klasemen sementara, unggul 30 poin atas rival sekaligus rekan setimnya di Fiat Yamaha, Jorge Lorenzo. Tetapi juara dunia enam kali MotoGP tersebut merasa tidak aman, karena Lorenzo, Dani Pedrosa dan Casey Stoner terus membuntutinya.

Karena itu Rossi mengaku perlu berjuang keras. Dia harus bisa meningkatkan performanya sehingga bisa menjauh dari tiga lawan terberatnya tersebut.

"Saya pikir, tahun ini levelnya luar biasa," ungkap Rossi dalam wawancara eksklusif dengan Autosport.com.

"Sangat tinggi--khususnya di empat besar. Empat pertama punya potensi untuk menjadi juara dunia, karena saya, Lorenzo, Stoner dan Pedrosa memiliki performa yang hebat dan punya kesempatan menjadi juara.

"Juga, motor-motornya sangat cepat--Yamaha, Honda dan Ducati sangat kuat--sehingga ini membuat kompetisinya berada di level tinggi."

Rossi mengatakan, performa Stoner saat menjadi juara dunia 2007 dan tantangan dari Lorenzo di Yamaha pada tahun ini, memacunya untuk terus meningkat.

"Itu bagus, motivasi yang bagus untuk berusaha melakukan perbaikan," ungkap Rossi. "Seperti dengan Stoner di 2007 dan 2008, saya harus membuat sebuah langkah maju. Saya harus berubah dan melakukan perubahan di usia 29 tahun, kamu harus bekerja keras agar bisa lebih baik dari yang dulu.

"Dan tahun ini, sama dengan Lorenzo. Dia juga rekan setim, dengan motor yang sama, sehingga itu berarti lebih konsentrasi, lebih banyak waktu untuk mencoba dan menang. Itu sulit, dan buruk ketika kamu kalah. Akan tetapi, akan lebih menyenangkan jika kamu bisa menang."

Rossi juga mengakui, balapan-balapan sekarang lebih membutuhkan ketahanan fisik dibandingkan dengan kemenangan pertamanya di MotoGP bersama Honda, pada awal 2000-an.

"Biasanya kamu tidak melakukan semua balapan dengan 100 persen. Khusus di tahun-tahun itu, semuanya tentang taktik, perang dan setelah itu menekan," jelasnya.

"Karena itu, jika kamu melakukan balapan itu dengan 100 persen, sudah pasti kamu jatuh. Tetapi sekarang, balapan sudah banyak berubah. Iramanya sangat cepat dari awal, dari lap pertama. Start menjadi penting, karena dengan motor-motor ini menjadi lebih sulit untuk melakukan overtake. Karena itu, sekarang harus sebisa mungkin mendekati 100 persen untuk semua balapan."