KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Satu Milimeter yang Menyelamatkan Massa
Selasa, 8 September 2009 | 14:35 WIB
AFP
FELIPE MASSA

SAO PAULO, KOMPAS.com — Felipe Massa telah menempuh ribuan kilometer sebagai pebalap F1. Namun, hanya karena selisih jarak satu milimter, ia tidak jadi kehilangan kariernya di dunia balap.

Massa yang merupakan pebalap tim Ferrari ini mengalami cedera terhantam potongan mobil di bagian wajah saat kualifikasi GP Hungaria Juli lalu. Sampai saat ini, ia tengah menjalani terapi pemulihan dan diperkirakan sudah dapat berlomba musim depan. Dalam waktu dekat, Massa akan menjalani operasi untuk menanam lempengan platinum menutup tulang di kepalanya.

"Saat ini saya baik-baik saja. Saya hanya membutuhkan operasi untuk menutup lubang di kepala karena tulangnya telah hancur sama sekali," kata pebalap berusia 28 tahun ini. "Manusia normal dapat menerima ini tanpa masalah. Namun, sebagai pebalap, pemulihan seusai kecelakaan biasanya berlangsung lebih sulit."

"Saya akan pergi ke Eropa, menggunakan simulator (lomba) dan mencoba mengendarai gokart. Baru setelah itu saya tahu, apakah saya sudah siap untuk tampil kembali," lanjut runner-up tahun lalu di belakang Lewis Hamilton ini.

Massa mengatakan bahwa selalu keberuntungan-keberuntungan di balik peristiwa kecelakaan yang dialaminya. "Saya tentunya sial saat potongan itu menghantam wajah saya," kata Massa. "Namun, semua dokter mengatakan bahwa saya masih beruntung karena, bila potongan itu bergeser satu milimeter saja, saya akan menjadi buta. Bergeser satu milimeter ke kiri, saya tidak tahu, mungkin saya mengalami cedera otak."

Massa juga mendesak perlunya perbaikan pada sistem pengaman, apalagi jika mengingat kecelakaan yang menimpa pebalap muda Inggris, Henry Surtees. "Kita butuh perbaikan. Mungkin tidak perlu sampai menutup kokpit, tetapi tentunya harus ada cara untuk mencegah ketika kepala Anda akan terhantam roda (yang terlepas)," kata Massa.

Namun, Massa tidak ragu mengatakan bahwa ia akan berlomba kembali. "Hal paling buruk adalah apabila saya tidak bisa berlomba kembali. Istri saya sudah berulang kali menanyakan, apakah saya yakin mau kembali (berlomba)? Tidak, berlomba adalah satu hal yang paling saya inginkan."

Penulis: CAY   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.